Memberi bayangan baru bagi industri fashion Indonesia, jarang bersiap bersaing dengan produk luar negeri

TRIBUNNEWS.COM-Dari segi busana, bisa dibilang penampilan pria lebih sederhana dari pada wanita.

Secara umum diyakini bahwa pria tidak tertarik dengan pakaian yang mereka pilih sepanjang waktu. Berbeda dengan wanita sepele itu.

Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak pria yang berani bereksplorasi dengan memadupadankan pakaian.

Baca: Kolaborasi Raffi Ahmad dengan Merek Fashion Lokal

– Baca: Industri Fashion Tanah Air Telah Kembali Ke Era Baru Seperti Biasa-Terutama Di Banyak Wilayah Indonesia, Distribusi Setelah lonjakan penjualan pakaian dan pakaian jadi merek fashion lokal. Apalagi di kota besar.

Misalnya, jarang. Merek fashion lokal Bandung sudah ada sejak 2018. Penampilan mereka membawa nuansa baru bagi industri fashion Indonesia.

Baca: Nusantara Fashion Festival 2020: Kerja sama 300 UKM dan pelaku fashion Indonesia – mereka menggunakan bahan berkualitas tinggi untuk pria. Akhirnya, harganya murah dan kaum muda mampu membelinya.

Dua pendiri Sparse, Rivan Tristyanto dan Elizabeth Karmelia, telah membuktikan kemampuannya dalam menaklukkan pasar anak muda di Indonesia dengan seri Vertical Stripe. Sprase dapat dianggap sebagai pelopor. Misalnya, dalam hal menciptakan gaya busana pria, seri garis vertikal didesain dengan gaya full swing tahun lalu. Elizabeth Karmelia (Elizabeth Karmelia) ucap. Meluncurkan rangkaian busana wanita. Elizabeth mengatakan: “Mampu memperluas target pasar sparse sekaligus mengutamakan visi dan misi sparse, ini merupakan kebanggaan menggunakan produk lokal. Kami ingin anak muda Indonesia tetap modis dan bangga dengan produk lokal. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live