Hati-hati, bahkan di rumah, benda ini akan menjadi sarang bakteri

TRIBUNNEWS.COM-Selama karantina atau di rumah, Anda tidak boleh lalai untuk terus membersihkan furnitur atau benda-benda di rumah dengan bakteri.

Gunakan setiap hari, tentu saja, lokasi dan benda-benda menimbulkan ancaman serius, terutama mengenai kesehatan anggota keluarga. Jadi di mana tempat dan barangnya? Abstrak dari berbagai sumber dan daftar. -Helmets-Mereka yang harus keluar untuk mengendarai sepeda motor untuk keperluan penting harus ekstra hati-hati. Menurut laporan dari automotivenet.com, helm itu awalnya adalah tempat berkumpulnya bakteri dan jamur, dan karena helm yang terbuat dari kain di bagian belakang akan berkeringat dan bahkan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Dalam.

Iklim tropis Indonesia juga menyebabkan keringat, sehingga tidak ada keraguan bahwa pembersihan jarang menjadi tempat berkumpulnya bakteri Staphylococcus aureus, yang dapat menyebabkan kulit kepala gatal, ketombe, jerawat, luka, dan luka. Infeksi kulit.

Sepatu

Meskipun sepatu ini nyaman digunakan, mereka jarang dibersihkan, jadi mereka adalah tempat yang ideal untuk mengumpulkan bakteri. Menurut penelitian oleh bobo.grid.id, menurut ahli mikrobiologi di University of Arizona, ada sekitar 421.000 bakteri di bagian luar sepatu dan 2.887 di dalam sepatu. Bakteri atau bakteri yang menempel pada sepatu (termasuk sepatu kain) dapat menyebabkan bau apek. .

Karpet

Periode isolasi membuat item lebih umum digunakan. Benda ini adalah karpet. Menurut sebuah penelitian oleh Bali Tribune, ternyata karpet lebih kotor daripada kursi toilet. Karpet berisi 200.000 jenis bakteri per inci persegi. Meskipun hanya ada 50 jenis bakteri di kursi toilet, masih ada banyak debu, tungau dan jamur yang tersimpan di karpet, yang juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, walaupun terlihat bersih, karpet harus dibersihkan secara teratur.

Tidur dengan seprai dan sarung bantal

Jika tidak dibersihkan secara teratur, sofa dua tempat duduk yang masih ada di tempat tidur ini dapat menyebabkan berbagai kuman. Akumulasi kulit dan rambut mati membuat seprai dan sarung bantal berbau sangat cepat.Jika tidak dibersihkan secara teratur, kehadiran debu dan tungau pasti akan membuat kedua benda ini sangat berbahaya.

Sofa

Selama masa isolasi, dari makan, bertemu dengan anggota keluarga, dan pergi tidur, sofa telah menjadi semakin umum, sehingga beberapa kegiatan yang sering dilakukan di sofa dapat dilakukan. Namun, tahukah Anda apakah sofa benar-benar sumber kuman, terutama ketika jarang dibersihkan?

Debu, sisa makanan yang jatuh, dan kondisi kain sofa yang lembab bekerja sama untuk menjadikan tempat ini tempat yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh.

Oleh karena itu, agar tidak khawatir tentang tempat dan benda yang akan ditempatkan, sebagai tanah yang ideal untuk pertumbuhan bakteri, disarankan untuk membersihkannya secara teratur. Untuk furnitur dan artikel yang disebutkan di atas, silakan semprotkan semprotan antibakteri dan deodoran (seperti semprotan kain Stella) untuk secara efektif membunuh 99,9% bakteri yang menyebabkan bau apek. Semprotan bau berjamur dapat membunuh bakteri dalam semprotan pertama. Semprotan kain Stella juga mengandung benzalkonium klorida, yang telah diverifikasi oleh Badan Lingkungan Nasional (NEA) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai produk pembunuh fungisida dan virus

Semprotan kain Stella juga sangat berguna ketika dibuat Itu dikeluarkan dengan aman dari air, sehingga tidak akan menyebabkan noda dan tidak akan berbau sepanjang hari, sehingga bakteri dan bau apak tidak akan kembali. Selain sofa, semprotan kain Stella juga dapat secara efektif membunuh bakteri pada gorden, helm, karpet, dan berbagai furnitur dan kain lainnya. Untuk mendapatkan Stella Fabric Spray dengan harga diskon di toko resmi Godrej JD ID, silakan klik di sini. – Penulis: Firda Fitri Yanda / Penerbit: Dana Delani

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live