Semakin banyak virus korona menyebar, tetapi sedikit orang yang mencuci tangan? Bujuk seperti ini

TRIBUNNEWS.COM-Tidak seperti orang dewasa, mereka dapat dengan mudah memakai topeng saat sakit.

Untuk anak-anak, mengenakan topeng bisa jadi sulit dan tidak nyaman. Akhirnya, beberapa anak menolak memakai topeng. Sama seperti mencuci tangan, anak-anak prasekolah yang suka bermain mungkin berpikir bahwa mencuci tangan mengganggu kegiatan mereka.

Ini biasanya alasan mengapa anak-anak tidak mencuci tangan. Tidak mau diminta mencuci tangan. -Meski dengan penyebaran berbagai virus (seperti pilek, batuk, cacar air), kebiasaan mencuci tangan dan memakai topeng saat sakit menjadi penting, tidak benar memaksa anak-anak memarahinya terutama.

Tribunnews.com dari Kompas.com mengutip Najelaa Shihab, seorang pendidik dan psikolog, yang percaya bahwa mencuci tangan atau memakai topeng harus dihindari untuk menakuti anak-anak. Karena metode ini tidak akan bekerja dan tidak akan bertahan lama.

Ini adalah cara yang benar untuk mengajar anak-anak mencuci tangan dan memakai topeng ketika mereka sakit, ini akan mendorong anak-anak untuk mencuci tangan mereka tanpa permintaan.

1 Bahasa anak-anak

Gunakan bahasa sederhana untuk menjelaskan bahasa yang cocok untuk dipahami anak-anak. Hindari menakuti anak-anak dengan hal-hal yang tidak terkait dengan kegiatan tersebut. Misalnya, membuat orang mengerti bahwa virus ini sangat mudah menyebar dan memengaruhi kenyamanan anak-anak ketika terinfeksi virus.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live