Perhatikan bahwa anak-anak yang sering disebut-sebut sebagai “pintar” sebenarnya dapat mengalami krisis identitas, dan itulah sebabnya

TRIBUNNEWS.COM-Hati-hati, anak-anak yang sering disebut “pintar” sebenarnya bisa menderita krisis identitas, dan itulah sebabnya.

Sebagai orang tua, tentu saja saya bangga mengetahui bahwa kemampuan bayi lebih baik daripada usia rata-rata seorang teman.

Ketika kebanggaan semacam ini meningkat, orang tua biasanya memuji “anak-anak yang pintar”, seperti “anak lelaki yang pintar”, “pintar kau mencintaiku”, “genius ayah yang pintar”.

Tapi siapa yang akan berpikir pujian ini tidak langsung, seperti mengintegrasikan tag pada anak-anak, atau biasanya disebut tag.

Tag publik dan terlalu banyak anak mengatakan ‘pintar’ tidak kondusif untuk pertumbuhan dan anak-anak Pertumbuhan. Siapa yang mengira dia sangat pintar.

Jika dia berpikir dia pintar, dia akan cenderung kurang memperhatikan dan mengatasi kesalahannya. Tidak seperti anak-anak yang merasa pintar, mereka bisa tumbuh dan berubah. Di masa depan, tentu saja, anak-anak akan melalui banyak proses dan tantangan.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan mengucapkan selamat kepada anak-anak, tetapi bagi orang tua, yang terbaik adalah membatasi diri mereka pada anak yang pintar. Terutama dalam pertumbuhan dan perkembangan.

Lanjutkan ke halaman berikutnya

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live