Mencegah keterlambatan perkembangan dengan memberikan makanan bergizi kepada anak kecil membutuhkan peran media

TRIBUNNEWS.COM-Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah. Menurut data sebelum pandemi Risdakes atau Covid-19 tahun 2018, Indonesia memiliki 7 juta balita penderita stunting.

Bank Pangan Indonesia (FOI) melakukan survei di 14 kota pada Agustus 2020 lalu. menunjukkan bahwa 27% anak di bawah usia lima tahun tidak makan dari pagi hingga siang.

Pandemi COVID-19, kemiskinan, pengangguran dan tingkat pendidikan yang rendah telah memperburuk situasi ini.

Keluarga dan anak-anak yang terpisah jatuh miskin dalam jangka pendek, yang akan menanggung beban ketahanan pangan dan ketersediaan serta aksesibilitas bahan makanan sehat.

Peluang generasi yang hilang di bawah pandemi Covid-19 semakin terbuka. Tentunya masalah ini harus menjadi perhatian semua pihak termasuk media.

Baca juga: Menteri Koordinator Bidang Koordinasi PMK Minta Pemerintah Daerah Percepat Penanganan Stunting – Dalam rangka memperingati Rencana Komitmen Pemuda 2020, FOI menggelar jumpa pers dan mengajak media berpartisipasi aktif dalam isu pendidikan kelaparan. Juru bicara pemangku kepentingan Wakil Menteri Pembinaan Anak KPPPA. Provinsi NTT-Ada juga cendekiawan termasuk pengusaha yang diwakili oleh Frisian Flag yang menjelaskan peran media di daerah tersebut. FOI dan Beejay Seafood akan menyediakan ikan untuk 20.000 anak di tujuh provinsi di Indonesia.

Menurut Hendro Utomo, pendiri FOI, acara ini merupakan upaya lanjutan FOI untuk memerangi anak-anak muda kelaparan guna mewujudkan impian Indonesia merdeka.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live