Kebiasaan kerja baru di masa normal baru, membawa baju ganti untuk dijauhkan dari karyawan lain

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Meski pemerintah sudah menerapkan pembatasan sosial transisi skala besar (PSBB), sebagian masyarakat masih bekerja dari rumah (WFH).

Namun, saat bekerja di sebuah perusahaan, mereka harus beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk memprediksi penyebaran virus corona (Covid-19).

Dr Astrid Widajati Sulistomo, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Kerja Indonesia (PERDOKI), MPH, Oklahoma, mengenang bahwa ketika mulai bekerja sebaiknya memakai masker, menjaga jarak, bahkan berganti pakaian untuk menjaga kebersihan diri. Tingkatkan kekebalan. Astrid dalam siaran langsungnya bersama ILUNI UI, Selasa (6 Juni 2020), mengatakan: “Berhenti menggunakan alat dan berdoa bersama.” Selama masa pengiriman? Persalinan normal tidak dianjurkan.

Selanjutnya, Dr. Astrid juga menyarankan agar perusahaan meningkatkan pengawasan kesehatan karyawan dengan melakukan pemeriksaan dan identifikasi pekerja. Jika suhu tubuh lebih tinggi dari 37,3 derajat, pekerja tidak diizinkan untuk bekerja. , Batuk, radang tenggorokan dan lemas. Pengawasan semacam ini bisa dilakukan setiap hari saat pekerja masuk ke negara tersebut.

“Ketika seorang pekerja menjadi ODP atau PDP, dia harus memperhatikannya. Jika ini terjadi, periksa penculikan dan kemudian mundur. Dia mengatakan bahwa jejaknya adalah seseorang yang bertemu dengan orang yang positif. Kantor.

Terakhir, Dr. Astrid mengingatkan untuk tidak mengumpulkan pekerja dalam jumlah besar dan tidak menjaga jam lembur di atas delapan jam.

“Jadwal kerja harus ditetapkan. Selain itu, Dr. Astrid menyimpulkan bahwa semua pekerja tidak boleh bekerja lebih dari 8 jam. Semua kebijakan harus dirumuskan agar tidak membingungkan pekerja.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live