Apakah sang ibu sering menggendongnya saat masih kecil? Itu psikolognya

Reporter Tribunnews.com Jakarta Apfia Tioconny Billy melaporkan——TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Ada mitos yang beredar di masyarakat yang menyarankan agar anak tidak sering diambil oleh ibunya. Besar kecilnya anak ini, ia tidak bisa dipisahkan dari ibunya atau menjadi anak dari ibunya.

Nyatanya, psikolog Siti Sa’diah Syam Psi (Siti Sa’diah Syam M.Psi) mengatakan bahwa ini justru sentuhan bunda, entah itu pelukan, pelukan dan merangkul.

Apalagi bila sudah tua sebaiknya rajinlah mengantar anak dari usia nol sampai tiga bulan untuk melatih stimulasi, karena pada saat diangkut sambil memandangi anak akan terjadi kontak antara anak dengan orang tuanya.

Bacaan: Mengatasi mual ibu hamil

“Anak usia nol hingga tiga bulan sangat senang memeluknya dan tidak akan mencium bau tangan. Ini bagus untuk perasaan anak usia nol tahun hingga tiga bulan. Jangan latih anak Penglihatan, akan menimbulkan kontak mata saat berinteraksi dengan bayi, ”kata Siti dalam webinar yang digelar di Eka Hospital, Senin (7/6/2020). Kemudian sambil menggendong anak, mereka juga diajak untuk ikut serta dalam perbincangan agar anak bisa memahami suara orang tuanya. Saat anak mengenal suara orang tuanya, mereka juga akan merasa aman.

Bacaan: Perbedaan usia dan pengaruhnya terhadap kualitas perkawinan adalah kalimat dari psikolog: “Bayi boleh bernyanyi dan bercerita. Kalaupun anak tidak bisa menjawab, mereka tahu. Ibuku, orang terdekatnya Agar dia nyaman, ”kata Siti.

Zaman keemasan nol dua sangat membutuhkan perhatian orang tua. -Bahkan jika Anda tidak dapat menemani anak Anda selama 24 jam karena pekerjaan, pastikan Anda bersenang-senang dengan anak Anda saat pulang.

“Jangan cuekin anak, jangan ngomong begitu, meski tidak bisa memastikan waktu yang baik dengan anak karena pekerjaan itu penting”, pungkas Siti.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live