Bisakah rasa malu pasangan dibagikan di media sosial? Ini pendapat seorang psikolog

TRIBUNNEWS.COM-Psikolog keluarga Adib Setiawan S Psi M Psi, Yayasan Praktik Psikologi Indonesia, memposting postingan viral soal maraknya penulis di media sosial. -Adib mencoba menjelaskan masalah ini.

Dia percaya bahwa berbagi cerita korban serangan di media sosial memiliki efek positif dan negatif. Adib memberi tahu Tribunnews.

Soal dampak negatifnya, menurut Adib, korban pelaku tidak malu dengan cerita yang ia bagikan.

“Memang secara teori agama tidak boleh disebarluaskan, dan masyarakat harus mempercayai dia dan menutupi aibnya.”

“Artinya jika suami selingkuh dan istri menyebar tidak akan malu. Apa? Kebalikannya juga benar. Al adalah kebebasan pribadi yang tidak bisa dilarang.

Baca: Dapatkah memverifikasi ponsel pasangan menghindari 80% potensi perselingkuhan? Para ahli menjelaskan keefektifannya

alasan mengapa poster masalah dapat menyebar

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live