kabar baik! Menteri Riset dan Teknologi Indonesia tahun ini menyerukan produksi vaksin melawan virus corona

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Indonesia bisa memproduksi vaksin virus corona tahun ini. Namun vaksin virus corona baru bisa digunakan dalam jumlah besar tahun depan.

Bambang menyampaikan kabar tersebut saat menjadi narasumber dalam rangkaian Danareksa Distinguished Speakers yang bertemakan mengelola pemulihan ekonomi dan normal baru Covid-19. Di Indonesia dipandu oleh PT Danareksa melalui aplikasi conference call pada Rabu (3/6) sore. .

Danareksa Distinguished Speaker Series menarik sekitar 200 peserta dari ratusan badan usaha milik negara, pasar modal, dan perusahaan di bidang lain, yang tertarik untuk mempelajari perkembangan terbaru dalam inovasi Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Normal baru. Ban Bang Bang menjelaskan di situs Kementerian Riset dan Teknologi bahwa saat ini Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eikman memimpin penelitian di bidang vaksin virus corona untuk penularan virus secara lokal. Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional .

Baca: Para lansia menghilang setelah menyumbang 3 miliar rupee untuk pengelolaan korona di Nara, Jepang .

Baca: Kabar Terkini dari Corona Global Jumat, 5 Juni 2020: Brasil Tercatat Total 612.862 Kasus Baru dan 28.882 Kasus

Baca: Jumlah Kasus Baru Korona Positif di Kota Yogyakarta Tercatat Nol selama Beberapa Hari Makanya! -Meski bisa digunakan untuk vaksinasi massal, namun Banbang menghitung bahwa Indonesia secara khusus menargetkan bibit vaksin akhir tahun atau bibit vaksin untuk strain virus corona. Bibit vaksin dapat diproduksi secara massal setidaknya untuk separuh penduduk Indonesia pada tahun kedua setelah lolos pemeriksaan kesehatan.

“Bibit vaksin bisa ditemukan tahun ini, tapi vaksinasi massal baru bisa dilakukan tahun depan. Vaksinnya sendiri harus diproduksi. Jelas tidak mudah untuk memproduksi vaksinnya, dan skalanya sangat besar.”

“Untuk Indonesia kita punya 2.6 100 juta (orang). Oleh karena itu, vaksin yang kami produksi mencakup setengah hingga dua pertiga populasi dan perlu divaksinasi. Artinya, vaksin yang dibutuhkan ada antara 13 hingga 170 juta. Ini bukan vaksin booster. “

“Jika kita divaksinasi, sistem imun kita belum tentu muncul sekali. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan imunitas sebelum sistem imun muncul. Tentunya begitu vaksin tiba-tiba muncul, setiap orang akan berbeda. Beberapa tidak akan muncul.” Kata Menteri Banbang-Banbang menambahkan, Indonesia membutuhkan vaksin khusus virus corona yang berbeda dengan vaksin virus corona yang dikembangkan di negara lain, yakni

— penyebab virus Covid 19 yang menyebar ke seluruh negeri, tiga jenis. Atau strainnya tidak diperingkat oleh Global Influenza and Coronavirus Database, Global Influenza Data Sharing Initiative (GISAID). Ini adalah database influenza global dan namanya GISAID. Mereka mengumpulkan semua virus influenza, dalam hal ini virus Covid-19 yang disebut sekuensing genom lengkap. Kata “

” virus dapat membaca karakter dan kemudian mengklasifikasikannya. Pertama, mereka hanya memiliki tiga kategori, yaitu kategori S, G dan V. “

” Kemudian, (jenis virus) lain masih dianggap lain (belum teridentifikasi), dan akibatnya tiga (termasuk tiga) yang dikirim dari Eijkman asal Indonesia tidak masuk S, G dan V Kata Banbang .

Artikel ini telah dimuat di Kontan.co.id dengan judul “Indonesia Bisa Produksi Vaksin Penangkal Virus Corona. Ini Penjelasan Menristek.”

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live