Pemerintah Provinsi DKI mengusulkan untuk mengubah PSBB menjadi PSBL, yang artinya

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Fase ketiga Program Pembatasan Sosial Skala Besar DKI Jakarta (PSBB) akan berakhir pada hari Kamis, 4 Juni 2020.

Di tingkat komunitas (RW), batas ini hanya memiliki satu ruang lingkup. Area RW yang ditandai sebagai masih merah akan memberlakukan pembatasan lokal.

Pada hari Senin (1/6) kemarin, Anies mengumpulkan 62 pimpinan RW di Balaikota DKI yang merupakan daerah merah tempat Covid-19 menyebar. Hal itu dapat dilihat dari undangan konferensi nomor 287 / -079.1 yang ditandatangani oleh kepala daerah DKI di Jakarta dan organisasi kerja sama regional (KDH dan KLN) Mawardi.

Anies mengundang 62 ketua RW ke pertemuan yang diadakan pada Senin (1/6) di aula bos Bappeda, lantai 2, Blok G, Blok G, Balai Kota DKI. 50 Luras dan 28 pemimpin jalan berada di pertemuan itu Implementasi PSBL dibahas di atas. Kepala kantor KDH dan KLN Mawardi juga mengkonfirmasi agenda tersebut. Dia mengatakan bahwa pertemuan dimulai pada siang hari dan berlanjut hingga malam hari, dan kemudian terus bertemu dengan walikota RW dan masing-masing walikota.

Baca: Kepolisian Metro Jaya: Setelah PSBB di Jakarta, nomor ganjil berlaku-Mawadi mengatakan dalam konfirmasi: “Ya, kemarin (dia mengundang 62 presiden RW). Hingga sore. Setiap Pertemuan antara kabupaten dan walikota berlanjut. “, Selasa (2/6). Selain itu, Deputi Gubernur Departemen Kontrol Penduduk dan Pemukiman Jakarta Suharti (Jakarta Suharti) juga merencanakan Ibukota mengimplementasikan pertahanan PSBL.

Baca: Riza Patria mengomentari kepatuhan PSBB Point Check dengan peraturan kewarganegaraan

Menurutnya, PSBL dipilih karena masih ada daerah dengan kepadatan penduduk tinggi , Kecepatan propagasi sangat kuat.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live