Dari 1.271 perusahaan di Jakarta yang melanggar PSBB, sebanyak 210 perusahaan terpaksa tutup

Reporter Jakarta Tribunnews.com Danang Triatmojo melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Sebanyak 1.271 perusahaan di ibu kota telah melanggar Peraturan Gubernur DKI Nomor 33 tentang penerapan PSBB pada tahun 2020. -Data tersebut berdasarkan ringkasan laporan pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Imigrasi dan Tenaga Kerja Jakarta dari 14 April hingga 26 Mei 2020- Sebanyak 210 perusahaan diketahui mempekerjakan 17.361 pekerja, meskipun perusahaan-perusahaan tersebut bebas pajak. — Baca: Breaking news: Kota Solo Catat 4 Kasus Baru Virus Corona setelah seminggu tanpa suplai

Perusahaan berlokasi di Jakarta Barat 54, Jakarta Timur 35, Jakarta Utara 37, Jakarta Pusat 33 dan Selatan Perusahaan Jakarta 51 .

Pada Selasa (26/5/2020), Direktur Disnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah dari DKI Jakarta mengatakan kepada wartawan bahwa “210 perusahaan non-pengecualian yang masih beroperasi akan ditutup sementara.” Selain penutupan paksa, 1.061 perusahaan juga diberi tahu. Secara rinci, 740 perusahaan industri yang telah diberi izin telah menerima peringatan karena gagal menerapkan perjanjian kesehatan.

Baca: Jumlah pasien yang sembuh dari DKI di Jakarta meningkat hingga 5.877, masih Industrial Activity Mobility (IOMKI), Kementerian Perindustrian juga mendapat peringatan karena alasan serupa. Sebagai rujukan, Pasal 10 Peraturan Gubernur Nomor 33/2020 mengatur bahwa selama pelaksanaan PSBB, hanya 11 unit usaha yang masih berwenang untuk beroperasi. Diantaranya:

1. Kesehatan; 2. Bahan Makanan / Makanan / Minuman; 3. Energi; 4. Teknologi Komunikasi dan Informasi; 5. Keuangan;

Bacaan: Ayahnya dinyatakan positif Covid-19, Khabib Nurmagomedov menolak menerima uji virus Corona

6. Logistik; 7. Perhotelan; 8. Konstruksi; 9. Industri strategis; 10. Pelayanan dasar, pelayanan publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek penting nasional dan objek tertentu; 11 . Kebutuhan sehari-hari.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live