Hari Pengungsi Dunia, Sorotan Perawatan Covid-19 untuk Pencari Suaka Indonesia

Wartawan Tribunnews.com memberitakan Larasati Dyah Utami-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka memperingati Hari Pengungsi Sedunia pada 20 Juni 2020, kembali mengingatkan masyarakat bahwa ada beberapa kelompok kecil yang perlu mewaspadai virus corona atau pandemi Covid-19. (Yaitu pengungsi).

Pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang warga negara Indonesia tetapi juga pengungsi asing yang tinggal di Indonesia.

Baca: Fakta tentang dua gadis yang mendirikan Kekaisaran Matahari dan menangkap mereka. Imigrasi ke Malaysia dalam kekacauan – Sistem tanggapan Covid-19 nasional di Indonesia tidak secara khusus menyebutkan pengungsi dalam sistem layanan.

Oleh karena itu, dibandingkan dengan warga sekitar, pengungsi berada pada posisi yang paling rentan. Aliansi dengan LSM Advokasi Hak Asasi Manusia Internasional Indonesia (HRWG), Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH), Yayasan Layanan Pengungsi Jesuit Indonesia (JRS), dan Asosiasi Suster semua melakukan diskusi laki-laki di Internet. Seminar akan diadakan pada hari Jumat (19 Juni 2020) untuk membahas masalah tersebut.

Presiden SUAKA Rizka Argadianti mengatakan bahwa sangat penting bagi pemerintah Indonesia untuk merumuskan kebijakan perlindungan pengungsi yang lebih baik, terutama karena pengungsi merupakan kelompok paling rentan yang hidup di Tanah Air.

Alasannya mereka tidak bisa Kerangka hukum khusus untuk melindungi haknya di Indonesia. Menanggapi Covid-19 pada Jumat (19/6/2020), belajar dari pengungsi-Perpres 2016 tentang Pengungsi masih menjadi satu-satunya kerangka hukum yang secara khusus mengatur pengungsi.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live