Jokowi menekankan pentingnya masyarakat yang disiplin dalam mengimplementasikan kesepakatan kesehatan Covid-19

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk melindungi dan mengurangi beban masyarakat akibat pandemi dan dampak ekonominya.

Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp 203,9 triliun, dan kini telah mengalokasikan Rp 239,53 miliar untuk mendukung upaya tersebut, khususnya untuk klaster perlindungan sosial.

Dana tersebut berasal dari berbagai program, seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (bantuan pangan non tunai), sembako, BST (bansos tunai), sertifikat pra kerja, dana desa BLT (bantuan tunai langsung), Larangan produktif atas modal kerja, subsidi upah dan pengembalian tagihan listrik.

Meski demikian, Presiden Jokowi dalam pernyataannya mengaku tidak terlalu puas dengan upaya yang dilakukan dan banyaknya program yang disebarkan.

Karena menurutnya, melalui upaya-upaya tersebut masih ada potensi perbaikan. Ang lebih terkonsentrasi. Semua yang kami butuhkan untuk terus meningkat. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Ia mengatakan dalam video yang diunggah ke akun YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (10 Oktober 2020) bahwa kita harus terus melakukan penyesuaian kebijakan guna menemukan solusi yang lebih baik. -19, masih minimnya wisatawan-dalam hal ini, Presiden mengajak masyarakat untuk tidak ragu-ragu memberikan saran perbaikan politik ke depan. Kebijakan.

Tujuh bulan menyikapi pandemi memberikan banyak konten yang bisa dipelajari dan disesuaikan dari waktu ke waktu.

Baca: Dr. Mahfud: Vaksin alami yang saat ini menerapkan kesepakatan kesehatan Covid-19

Covid Penyebab pandemi yang disebabkan oleh virus -19 masih diteliti dan dikembangkan di bidang ilmiah, dan langkah-langkah serta kebijakan pengelolaan adaptif perlu diambil untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan karakteristik sosial tersebut.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live