Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Pemprov telah menetapkan jam kerja ASN di Jakarta menjadi 5 jam sehari.

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Jakarta Pemerintah Provinsi DKI memastikan seluruh karyawan Perusahaan Alat Sipil Nasional (ASN) DKI Jakarta bekerja hanya 5,5 jam sehari. Pada tanggal 2 Februari 2020, tentang implementasi sistem kepegawaian negara bagian PSBB transisi di lingkungan Pemprov Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kamis (3/9/2020). -Saefullah, seorang pegawai negeri sipil di Jakarta, dalam surat tersebut menyatakan bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Negara dan Peraturan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2020, jam kerja harian kantor minimal 5,5 jam untuk analisa kerja dan analisa beban kerja. . Sefra mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterima pada Kamis (3 Maret 2020): “Jam kerja ideal untuk ASN adalah 8 jam sehari. Karena wabah Covid-19, jam kerja mereka berkurang.” Saat pandemi, Kementerian Kesehatan mengungkap tantangan penanganan Covid-19 di Indonesia – guna meminimalisir jumlah pegawai pemerintah, Saifula menyatakan bahwa jam kerja seluruh ASN di Jakarta dibagi menjadi dua bagian .– – Sif pertama masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 13.30 WIB, dan shift kedua masuk kantor mulai pukul 10.30 hingga 16.30 WIB. Jam kerja ini berlaku dari Senin hingga Kamis.

“Kemudian, rombongan pertama tiba di WIB mulai pukul 07.00 hingga 13.00. Rombongan kedua mulai dari WIB pukul 10.30 hingga 16.30 hingga Jumat,” kata Saifula SE. Saifula mengatakan, banyak ASN yang diyakini berisiko wabah korona juga dibiarkan terus bekerja di rumah dengan jam kerja lebih lama, sekitar 7,5 jam. .

“Saat ini Dinas Pemprov DKI masih menerapkan 50% sistem kerja keluarga (pekerjaan rumahan) dan 50% sistem kerja kantoran (kerja kantoran),” ujarnya. Kata. Saefullah menyimpulkan bahwa hingga 3 September 2020, hingga penilaian memperhitungkan darurat kesehatan.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live