Pemerintah Kota Solo mengizinkan desa itu dikunci

Solo TRIBUNEWS.COM-Pemerintah Kota Solo mengizinkan banyak daerah menerapkan karantina skala kecil untuk memutus rantai penularan virus Covid-19. Ada kasus positif Covid-19 dalam dua hari terakhir. Informasi yang dihimpun Tribunjateng.com dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) hingga Rabu (15/7/2020) tercatat 100 kasus positif Covid-19.

Dari 100 kasus terkonfirmasi virus corona, 41 dinyatakan sembuh, 22 menjalani karantina sendiri, 32 dirawat di rumah sakit, dan 5 meninggal.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan sebagai bagian dari RT / RW, karantina regional skala kecil bisa dilakukan, tergantung jumlah kasus positif setempat. -Rudy mengungkapkan, karantina wilayah harus dilakukan di Desa Jebres, Mojosongo, Purwosari dan Karangasem. sebuah ujian. Kami ingin memeriksa ini, kami ingin mengisolasi. Ada. Sama halnya di Mojosongo, Purwosari, dan Karangasem, ”ujarnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (16/7/2020).

Selain itu, Pemprov DKI juga telah memperkuat tata tertib kebersihan di beberapa area publik dan kegiatan sosial lainnya.- Bagi yang ingin mengadakan hajatan sebaiknya diadakan di ruang rapat sesuai dengan ketentuan kesehatan, lanjut Rudi, mengatakan akan dipasang roadblock di Lapangan Manahan dan Taman Jaya Vijaya Moyosungo untuk menghindari keramaian. Mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada orang yang tidak memenuhi kesepakatan sanitasi.

Nanti sanksi tersebut akan dimasukkan ke dalam Peraturan Walikota (Perwali).

“Perwali baru kita susun. Setidaknya ini adalah saran yang kuat. Peringatkan pemain solo. Sebanyak 100 korona positif telah ditambahkan yang merupakan peringatan untuk mematuhi aturan kesehatan, ”ujarnya. (Ais) -Artikel ini dimuat di Tribunjateng.com dengan judul Pemot Solo, sehingga desa bisa diisolasi dan warga menutup pintu.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live