Hasil tes cepat digunakan sebagai rekomendasi isolasi independen

TRIBUNNEWS, COM, Jakarta-Guna mencegah penyebaran dan penyebaran Covid-19, pemerintah pusat telah melakukan rapid test di berbagai daerah seperti deteksi dini dan pemeriksaan pendahuluan.

Hasil pemeriksaan pendahuluan akan diikuti dengan pemeriksaan cepat dan rekomendasi akan diberikan kepada orang yang terkena dampak untuk isolasi independen.

Dalam hal ini, deteksi dini oleh pemerintah melalui pemeriksaan massal sangat penting dilakukan untuk menemukan kasus-kasus positif yang mencurigakan di masyarakat. Dalam situasi positif ini, staf medis dapat memberikan nasehat kepada orang-orang yang terkena dampak untuk diisolasi atau diisolasi sendiri. Covid-19 Achmad Yurianto dal Juru Bicara Pemerintah dan Pokja Percepatan Penanggulangan COVID-19 menggelar jumpa pers di Kantor Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis (27/3). Sangat penting untuk mencegah orang yang diduga HIV positif bepergian dengan cara yang membatasi penularan.

Setelah pemeriksaan pendahuluan, hasil penyelidikan lebih lanjut perlu disahkan, dan pada saat yang sama isolasi dan menunggu independen, katanya. Baca: Federasi Bali Menggalang Dana untuk Perangi Virus Corona-Baca: Bukittinggi Hapus 13 Nikah Akibat Corona – Baca: Kasus Evi Novida Ginting (Evi Novida Ginting) Melanjutkan, jika Jokowi mengeluarkan Perpres, PTUN akan melanjutkan

Perlu diketahui, jika hasil rapid test negatif, tidak ada jaminan subjek data tidak sakit. –Jika hasilnya negatif selama proses skrining awal, berarti tidak ada antibodi yang akan muncul di tubuh orang yang terinfeksi.

“Dibutuhkan waktu sekitar 6-7 hari untuk antibodi terbentuk, kemudian kita bisa mengukurnya, lalu kita katakan apakah positif. Makanya kita harus lakukan (pemeriksaan pendahuluan),” Yuri Anto Disimpulkan.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live