KSP: Jika Covid-19 tidak bisa dikendalikan, strategi pemerintah akan lebih fokus pada perlindungan sosial

Reporter Tribunnews.com Taufik Ismail melaporkan-TRIBUNNEWS. Kantor Berita Jakarta-Panutan Sakti Sulendra Kusuma, Wakil Ketua Istana Kepresidenan, mengatakan pihaknya bersama kementerian dan lembaga terkait sedang menyusun rencana pemulihan ekonomi nasional.

Rencana yang digagas pemerintah hendaknya mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh virus corona atau pandemi Covid-19. Biaya yang mahal, menurut dia, pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah merevisi target pertumbuhannya dari sekitar 5,5% menjadi 4,2% melalui Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional.

Selanjutnya, pemerintah mengalokasikan 677 triliun rupiah dari APBN untuk pemulihan ekonomi nasional.

“Kami tidak ingin yang terburuk terjadi. Ada beberapa kalkulasi yang bisa berdampak serius,” Sakti Sulendra Kusuma, Wakil Presiden Istana Kepresidenan III (Sakti Sulendra Kusuma), Kamis. Di Binagraha, Jakarta (2/7/2020) .

Menurut dia, pemerintah sedang memimpin dua rencana untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 di bidang ekonomi. – Itu laris Di satu sisi berbentuk rencana perlindungan sosial, sedangkan di sisi penawaran berupa rencana pemulihan ekonomi nasional.

Strategi implementasi rencana mengikuti langkah-langkah berikut.

“Jadi jika pandemi Covid-19 tidak bisa dikelola dengan baik, tahapannya akan melibatkan lebih banyak perlindungan sosial. Tapi, misalnya, jika wabah ini mulai dikendalikan, maka langkah-langkah ini akan mengarah pada rencana pemulihan ekonomi. Maju.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live