Kadispenad menekankan bahwa media sosial tidak boleh digunakan berulang kali untuk melakukan pelecehan terhadap istri tentara

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Petugas pers Kolonel Kadispenad Inf Nefra Firdaus dari TNI AD menegaskan, penyalahgunaan media sosial oleh tentara dan istri tidak boleh terulang.

Nefra mencontohkan, media sosial dapat ditangani dengan baik melalui cara-cara berikut ini: Nei mengkomunikasikan unit dan personel TNI AD dalam acara video conference (Vicon) Puskodaad di Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). “Yang tidak begitu penting, unit dan jajaran TNI AD beserta keluarganya mengelola media sosial. Media sosial harus dikelola dengan baik agar tidak terulangnya pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa staf dan istri tentara,” Rabu (27/5/2020). Diperoleh dari Pusat Layanan Informasi Angkatan Darat. : Amerika Serikat dan China berkonflik dengan PBB terkait otonomi Hong Kong-Selain itu, Nefra mengatakan sebagai pemimpin militer Indonesia, tim informasi harus bangkit dan kreatif dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Serta optimalisasi sarana dan prasarana informasi yang ada. –Nefra mengatakan bahwa dalam menjalankan fungsi utamanya, penanggung jawab informasi harus siap untuk memperbaiki keadaan. Dipantau Dispenad dan dilaporkan ke Kepala Staf Darar termasuk Pimpinan Kotama / Balakkpus masing-masing. Memberi wewenang atas penerapan UU Keterbukaan Informasi Publik. Nevra mengatakan: “Tentu saja, pembatasan yang ada sesuai dengan fungsi departemen pertahanan.” Nevra mengatakan, upaya memberikan informasi kepada publik termasuk mengadakan kontes video yang akan menangani karyawan Covid-19. — Menurutnya, hal ini agar publik mengetahui tingkat kinerja satuan TNI AD.

Baca: Tunjukkan Gelombang Pujian untuk Foto Mandi Bule Bareng Tamara Bleszynski, Bekerja dengan Pacar Baru?

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live