PKS: Pemerintah menunda penyaluran APD

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Anggota Panitia Kesembilan DPR, Fraksi PKS Netty Prasetiyani menyayangkan penjualan Alat Pelindung Diri (APD) dari pemerintah pusat kepada tenaga medis yang menangani Covid-19 di berbagai bidang berjalan lambat. Begitu pula dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Pemerintah sepertinya sedang menyelesaikan masalah tersebut. Dulu, masyarakat menggugat pemerintah karena tidak menyiapkan alat pelindung diri bagi tenaga medis dengan alasan minimnya persediaan dan anggaran,” kata Netty kepada Tribun, Sabtu (25/4/2020).

Baca: Mahfud MD: Dilarang Pulang di Seluruh Indonesia, Tidak Hanya di Wilayah PSBB

“Sekarang Anggaran Sudah Pangkas, APD menambahkan, Tidak Baik Pemerintah Tidak Baik Terhadap Yang Perlu Kerja Keras Untuk Merawat Pasien Covid-19 Tenaga kesehatan mengungkapkan belas kasihan? Karena menunggu kedatangan APD. -Netty mengatakan IDI sudah mendapat harapan dari dokter dari berbagai daerah. Ibu APD selalu malu, salah satunya karena masalah birokrasi.

Oleh karena itu pihak rumah sakit Dokter meminta IDI untuk memberikan pertolongan APD. Kemudian IDI melaporkan keadaan tersebut ke BNPB sebagai tim nasional Covid-19.

Baca: Telepon Pialang Korona Corti, Rocky Gron (Rocky Gerung) Judi menyiratkan bahwa keraton akan menjadi ODP, kenapa?

“Di era Revolusi 4.0 ini seharusnya berdampak pada gagasan dan tata pemerintahan yang lebih baik (good governance), daripada terkendala oleh birokrasi yang ketinggalan zaman. Selama masa bencana ini, fast and clear harus menjadi slogan Satgas Covid-19 di pusat dan daerah, ”ujarnya. Satgas Covid-19 Nasional melaporkan sudah mendistribusikan sebanyak 871.150 di berbagai daerah selama ini. Alat pelindung diri. Ada dua cara untuk melakukan pekerjaan. Pertama dengan mengangkut TNI melalui udara ke daerah perbatasan, dan transportasinya sangat sulit. Kedua, Pokja regional non-border akan mendapat bantuan secara mandiri yaitu mengirimkan perwakilannya ke Jakarta untuk menjemput dan menyebarluaskan Selain itu, data yang diperoleh harus lengkap, seperti situasi saat ini, rumah sakit yang bersangkutan, puskesmas yang ada, termasuk kebutuhan alat pelindung diri masing-masing rumah sakit dan absesnya.Untuk memungkinkan satgas segera mengirimkan kebutuhan tersebut ke lokasi, Khususnya, persyaratan pengiriman ke rumah sakit dan laboratorium berdasarkan prioritas menjadi acuan utama COVID-19. “-Netty berharap pemerintah bisa segera memenuhi kebutuhan alat pelindung diri di dalam negeri.

Dia telah meminta pemerintah pusat untuk mengurangi proses birokrasi yang menurutnya terlalu rumit.

“Pemerintah diminta untuk segera menanggapi permintaan negara yang sangat tinggi untuk alat pelindung diri. Dia menyimpulkan bahwa menggunakan data yang benar dan teknologi yang tepat juga dapat menyederhanakan rantai distribusi.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live