Pakar UI mengungkapkan perbedaan skala besar dalam batasan sosial dan jarak sosial: ada undang-undang

TRIBUNNEWS.COM-Pandu Riono, seorang ahli epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), mengungkapkan bahwa ketika jarak sosial meluas, pembatasan sosial skala besar juga berbeda. Jokowi sebenarnya menyerukan jarak sosial dari masyarakat, yang kemudian menjadi jarak sosial.

Selanjutnya, Jokowi (Jokowi) menerapkan kebijakan pembatasan sosial skala besar pada hari Selasa (31 Maret 2020). Perluas batasan sosial dan kebijakan masa lalu.

“Orang-orang Pandu Utara, orang-orang kemudian mengatakan apa yang disebut liburan sekolah berskala besar, kantor berusaha untuk pergi sepanjang hari, dan bahkan sampai jumpa di rumah,” kata tuan rumah Bayu Sutiyono.

“Kami pikir ‘ya’ kan? “Apakah itu akan lebih besar dari pekerjaan kita yang sebenarnya selama hampir 2,5 minggu?” Tanya Bayu.

Menurut Pandu, apa yang berbeda dari kebijakan sebelumnya adalah bahwa pembatasan sosial skala besar adalah luasnya implementasi dan dasar hukum.

Baca: Pembaruan pada 1 April di Corona, Indonesia: total 1.677 kasus positif, 157 kematian, 103 disembuhkan

Baca: Pembaruan Corona 1 April pukul 16.00 WIB: Di 203 negara Ada total 860.927 negara / wilayah di Italia, dan angka kematian di Italia adalah 12.428

kebijakan pembatasan sosial skala besar didasarkan pada Undang-Undang Kesehatan dan Karantina No. 6 tahun 2018.

Kita harus sepenuhnya menerapkan pembatasan sosial berskala besar di semua wilayah Indonesia, bukan hanya kota besar.

“Memang, deklarasi kami tentang kesehatan masyarakat (darurat) dilaksanakan sangat terlambat,” jawab Pan Du.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live