Tafsir polisi atas surat peringatan PSBB mirip dengan tilang

Laporan wartawan Tribunnews.com Igman Ibrahim-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Manajer Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan terbitnya surat peringatan pada tiket bagi pelanggar aturan sosial massal (PSBB).

Menurut Yusri, surat ini sebenarnya diubah dari tiket. dan masih banyak lagi. Soal pendataan kita di database, “kata Yusri Media Group, Rabu (15/4/2020).

Baca: Kontribusi Pemuda Program Kartu Ketenagakerjaan Jokowi

Namun, surat ini berbeda. Dari tiket tersebut, pengemudi yang melanggar ketentuan tidak akan disita dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau nomor KTP (STNK).

Ia mengatakan bahwa surat ini hanya teguran tertulis kepada pelaku. Tidak, (SIM dan STNK) , Catatan Redaksi), dengan peringatan ini, masyarakat memahami bahwa rti tidak berlaku untuk agen di tempat, katanya, tetapi untuk kemaslahatan masyarakat.

Baca: Sarankan agar KRL berhenti beroperasi, KCI: Masih berdiskusi-disisi lain , Tidak dipungkiri bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, pengemudi yang melanggar PSBB dapat dikenakan denda.

Namun, ia membenarkan bahwa ini adalah opsi terakhir. Ada ancaman, tapi ini opsi terakhir. Kami tidak menyangka. Kami Saya berharap masyarakat menyadari bahwa PSBB ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai, ā€¯terangnya.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live