Mampukah Indonesia meramalkan penyebaran puncak korona?

TRIBUNNEWS.COM-Menurut data dari National Intelligence Agency (BIN), penyebaran Covid-19 akan mencapai puncaknya pada tahun 2020. Penyebaran Covid-19 diperkirakan mencapai 106.287 kasus. Dalam rapat kerja dengan Panitia IX DPR, ketua kelompok kerja percepatan penanganan Covid-19 Doni Monardo melalui video conference, Kamis (4 April 2020). -Doni mengatakan: “Masa puncaknya pada akhir Juni dan akhir Juli.” Masih berdasarkan data BIN, hingga akhir Maret ini penyebaran virus corona akan meningkat sebanyak 1.577 kasus, dimana 27.307 kasus merupakan 95.451 kasus pada akhir April, dan akhir Mei sebanyak 95.451 kasus. 105.765 kasus. Baca: Pimpinan KPK Ingatkan Covid-19 PPE “Jangan Korup” Proyek “Ancaman Hukuman Mati”

Baca: Cara Mendapat Token Listrik Gratis dari PLN Melalui WhatsApp atau Website

Baca: Anggaran Sepuluh Miliar Tritunggal untuk Data Menurut penilaian, Corona rawan korupsi-Doni meyakini ada 50 wilayah atau kota prioritas yang berisiko tinggi terkait dengan peningkatan wabah virus Corona, dan 49% wilayahnya berada di Pulau Jawa. , Pemerintah harus bekerjasama dengan masyarakat untuk menghindari hal ini atau data BIN.

“Jika kita bisa mengambil tindakan preventif, apa yang saya harapkan akan terjadi tidak sesuai harapan,” ucapnya. Untuk merawat pasien yang positif Covid-19.

Obat Tamiflu

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, sejauh ini belum ada obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan Covid-19.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live