Kisah Oman WNI yang kembali ke Jakarta saat pandemi Covid-19

Reporter TribunJakarta.com melaporkan tentang Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN-Fizrya (23), orang Indonesia ini tiba di Jakarta setelah 7 bulan di Oman. Tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Baca: PMI Ety Binti Toyyib, Ida Hasil Tes Cepat Corona Positif Menaker Non-reaktif Menaker

Setelah Tiba, Wanita Berambut Gondrong Ini Diterima Rapid Corona Virus atau Rapid Test Covid-19 dan Dipindahtangankan Mengunjungi RS Gawat Darurat Atlet Kemayoran di Pusat, Wisma Jakarta.

Dalam empat hari, Fizrya dikarantina COVID-19 di RSD sambil menunggu hasil tes usap Covid-19 oleh sekelompok dokter di sana.

“Dalam pandangan Oman, dia benar-benar dapat melakukan PCR di sana dengan harga yang ditentukan oleh negara,” kata Fizrya dalam wawancara dengan TribunJakarta.com di Wisma Atlet Hospital di Kemayoran pada Jumat (Oktober 2020) 10 Oktober). Dia melanjutkan. “Biaya ini ditanggung pemerintah.

Tarif deteksi cepat maksimal Rs 150.000 -pemerintah sudah menerapkan maksimal deteksi cepat atau deteksi cepat virus corona (Covid -19) Rp 150.000. Jika terjadi pelanggaran Apa yang harus dilakukan?

Riset Tribunnews.com, selalu ada tarif yang lebih tinggi dari batas tes APID maksimum yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live