RPKPU mengatakan bahwa anggota KPPS dan TPS mengharuskan pemilih mengenakan topeng dan sarung tangan sekali pakai

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Presiden Komite Pemilihan Umum Arief Budiman mengungkapkan isi rancangan peraturan Komite Pemilihan Umum (RPKPU) tentang pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan walikota dan wakil walikota yang tidak biasa menghadapi situasi bencana 19

Salah satunya terkait dengan ketentuan pada tahap pemungutan dan penghitungan suara.

Arief mengungkapkan bahwa anggota KPPS, petugas TPS dan pemilih harus menggunakan alat pelindung diri (APD).

Arief mengatakan bahwa anggota KPPS dan agen TPS harus mengenakan topeng, sarung tangan sekali pakai dan pelindung wajah.

Baca: Aturan Pelaksanaan Pilkada DPR Beber Saat Pandemi Covid-19-Saat Pemilih Hanya Pakai Masker dan Sarung Tangan. Ia mengatakan, para pemilih terkejut KPU memberikan informasi tentang tidak mengenakan masker dan sarung tangan di TPS.

“Arief mengatakan pada pertemuan kedua dengan Komite DPR:” Anggota KPPS dan pejabat TPS menggunakan APD dalam bentuk topeng, sarung tangan sekali pakai dan masker wajah. Pemilih TPS menggunakan masker dan sarung tangan sekali pakai. Saksi dan pengawas TPS menggunakan masker. Senin (22/6/2020).

Selain itu, jumlah pemilih yang memasuki TPS juga dibatasi. Arif mengatakan, pemilih di situs TPS setiap saat hanya boleh ada maksimal 12 orang. -Namun, sebelum masuk TPS, katanya, periksa dulu suhu badannya. Jika suhu tubuh pemilih lebih tinggi dari 37,3 derajat Celcius, mereka tidak diizinkan memasuki area TPS. Kemudian, setelah melengkapi daftar hadir, personel terkait akan diarahkan ke lokasi khusus di luar TPS-pemilih dengan suhu tubuh tinggi kemudian akan didampingi oleh pemilih terpercaya untuk memilih, atau dibantu oleh anggota KPPS di sebelahnya. Lihat tugas delegasi.

Kami berharap personel terkait dapat memberikan suara tanpa menyentuh kertas suara dan melengkapi pernyataan yang menyertai pemilih. Dia mengatakan: “Balon yang disediakan hanya dapat digunakan dengan sarung tangan sekali pakai. Sebelum digunakan oleh pemilih, alat meninju harus didesinfeksi oleh pejabat KPPS dengan desinfektan.”

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live