PPK / BKD mengundang pendaftaran ASN yang terkena virus corona

Dilansir wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Bima Haria Wibisana (PPK) atau kabupaten diwajibkan Badan Kepegawaian Negara (BKD) mencatat pejabat pemerintah (ASN) yang terpapar virus Corona (Covid-19).

BKD diundang untuk mengklasifikasikan ASN yang terpapar ASN menjadi empat kategori, yaitu orang yang dipantau (ODP), pasien yang dipantau (PDP), Covid-19 positif, dan karena sistem penerapan departemen kepegawaian (SAPK) Orang yang sembuh dari Covid-19 bahkan meninggal. 19

Bima mengatakan pada konferensi pers online pada hari Senin: “Kami meminta BKD untuk melaporkan mingguan ODP, PDP atau positif (Covid-19) atau pejabat yang sembuh karena fungsi aplikasi SAPK.” (Maret 2020) 30) .

Bacaan: Pelaku penembakan polisi adalah tiga karyawan Freeport dan Joni Botak, ketua kelompok kriminal bersenjata- “Akan ada kegiatan sosial atau seminar online tentang cara penggunaan fitur ini di masa mendatang. Ia melanjutkan, hal ini untuk memudahkan identifikasi dan penetapan hak-hak karyawan yang terpapar Covid-19. Seorang pejabat yang menandatangani Covid-19 dengan DKI. Tapi karena wabahnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia, kami butuh data dari pejabat dari seluruh Indonesia, “kata Penanggung Jawab BKN.

Perintahnya juga sudah ada di surat. Pemberitahuan MenPAN RB Nomor 34 Tahun 2020 (Seksi SE Poin) 3.

Berdasarkan data tersebut, ASN yang terpapar virus corona akan diberikan kompensasi sesuai klasifikasinya untuk membiayai pengobatan medis dan santunan kematian keluarga ASN yang terpapar Covid -19.

“Kami SE dirilis, mungkin melalui jejaring sosial online pada saat yang sama, sehingga kami berdua bisa berhubungan dengan pejabat lain. “Kata penanggung jawab BKN.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live