Pemulihan pasca Covid-19 di Indonesia telah menghambat dampak sosial ekonomi

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) 2019 tidak hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga terkait dengan sosial ekonomi masyarakat.

Dampak pemulihan kembali sosial ekonomi masyarakat di Indonesia pasca kendala Covid-19 . — Hal ini terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Amrta Research Institute, Lokataru Foundation, YLBHI, LBH Jakarta, Pusat Penelitian Perkotaan Rujak dan Urban Poverty Consortium. Selain masalah kesehatan, studi ini juga mempelajari dampak ekonomi dan sosial. Baca: Alhamdulillah, Bayi 4 Bulan Penderita Covid-19 di Muaraenim Disembuhkan- “Survei menunjukkan semrawutnya penghormatan Indonesia terhadap hak sosial budaya. Ketersediaan air, perumahan, dan layanan kesehatan. Ini penting, “Hukum Indonesia mengatakan. Dalam diskusi, Senin (4/5/2020), Asfinawati, Ketua Yayasan Bantuan (YLBHI), “masyarakat khawatir layanan medis tidak mampu menampung korban Covid-19”.

Dia mengungkapkan bahwa orang yang diwawancarai khawatir kehilangan pekerjaan, tidak mampu membayar listrik, telepon dan air, cicilan, huru-hara, dan khawatir tentang kesehatan anggota keluarga lainnya, kesehatan mereka sendiri, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hingga 38% responden tidak dapat bekerja di rumah karena alasan kerja.

Sebanyak 33% penyewa mengalami kesulitan membayar sewa. Sebanyak 46% responden menyatakan perusahaan tempat mereka bekerja dapat bertahan dalam 5 hingga 6 bulan ke depan, 37% responden menyatakan dapat bertahan dalam 1-4 bulan ke depan, dan 17% Perusahaan sudah mengalami PHK. Ia mengatakan bahwa ada 681 WNI di luar negeri dan 246 yang sembuh-ia berkata: “Dalam suatu pandemi, hak untuk hidup bukan hanya cara hidup yang layak, tetapi juga hak asasi manusia.” – Narasumber Khawatir pulang ke kampung halaman akan menyebabkan virus menyebar ke pelosok desa meski desa tersebut tidak cukup untuk menangani virus COVID-19 yang berbahaya. -Marx dan Engels 4-7

Khususnya di daerah-daerah yang juga telah memberlakukan pembatasan sosial skala besar, kebutuhan dasar hidup penduduk, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran, serta pengoperasian dan keselamatan jaring pengaman sosial perlu diperhatikan. Di daerah ini, dia akan tertular, tetapi pemerintah belum mempertimbangkannya. Dari perspektif sepihak, ini adalah ekonomi. Dan jangan perhatikan penyebarannya di desa (Covid19, -red). Ia menambahkan, hal tersebut akan memperburuk dan menghambat pemulihan ekonomi, khususnya di bidang ekonomi. Desa. Sangat … “Mereka yang pulang duluan. Ribuan orang tinggal di desa dan diharapkan menjadi pembawa virus. Tidak ada tes di desa. Virus ada dimana-mana karena tidak ada yang memeriksa. Ia menambahkan, hal itu tidak direncanakan oleh pemerintah.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live