Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menekankan pentingnya pembelajaran perubahan agar siswa tidak jenuh saat pandemi Covid-19.

Reporter Tribunnews.com Vincentius Jyestha lapor-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengatakan, pembelajaran monoton selama pandemi Covid-19 cepat menjadi membosankan. siswa.

“Beberapa siswa kita saat ini sudah bosan dengan model pembelajaran yang monoton, oleh karena itu perlu diberikan pembelajaran berganda untuk motivasi siswa,” kata Hamid dalam konferensi pendidikan dan budaya online, Selasa (6/2). (16/2020) .- Hamid mengatakan, pembelajaran manual merupakan bukti pengorbanan yang harus dialami siswa dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi. –Namun, ia menegaskan bahwa pengorbanan tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa. Baca: Kisah Maitimo; dia bermain sepak bola sejak usia 6 tahun. Dia berkata: “Kata pengorbanan tidak berarti pengorbanan total. Tapi dalam wabah, Anda harus memilih untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa.” Dia berkata: “Hanya Sebelum pandemi, anak-anak harus mendapat manfaat dari layanan pendidikan. Kita harus melakukan ini semaksimal mungkin agar siswa dapat memperoleh manfaat dari tingkat pembelajaran yang setinggi-tingginya. “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Untuk menghindari pembelajaran yang monoton dan mencegah siswa bosan, Hamid berharap guru bisa memberikan metode pembelajaran yang beragam. Ia mengatakan: “Anak-anak ini termotivasi untuk belajar.” Terkait informasi dalam Pengumuman Nomor 4 Tahun 2020, salah satunya menyebutkan bahwa pembelajaran keluarga akan lebih fokus pada pendidikan kecakapan hidup kehidupan anak.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live