Polda Payakumbuh menahan pengusaha yang menyebarkan ujaran kebencian kepada dokter dan perawat

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Polisi menangkap seorang asisten toko di Payakumbuh, yang namanya disingkat DS atau Ade (41), warga Nagari Mungo, Kecamatan 50, Sumatera Barat, yang menyebarkan ujaran kebencian kepada dokter yang merawat pasien. Dan perawat. Pasien virus korona. -DS ditangkap kemarin (Senin, 1 Januari 2020) di rumahnya, Yulong Inbari Timur, Nagarimango, Distrik Lucca, Distrik Lucca, dan tidak melawan. DS kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Payakumbuh. 1 atau Pasal 45 ayat 3 Jo 2019, Pasal 27 ayat 3 UU ITE 19, pidana maksimal 6 tahun kurungan dan denda Rp 1 miliar, ‚ÄĚkata Kapolsek Payakumbuh AKBP Donny Setiawan dalam keterangannya berikut ini. : Rabu (15/4/2020). Apakah berjemur yang baik efektif melawan virus corona?

Donny menjelaskan, awal mula kejadian itu karena pihak kepolisian Ikatan Dokter Indonesia di Payakumbuh dan Ikatan Perawat Nasional Indonesia di Payakumbuh Dilaporkan bahwa mereka memberitakan di publikasi media sosial yang berisi hinaan dan ujaran kebencian, sehingga masyarakat menolak pemakaman dokter dan perawat yang dinyatakan positif corona.

Isi postingan tersebut berbunyi: * “Semoga lebih banyak dokter dan perawat Menjadi korban korona dan mungkin menolak untuk menggunakannya lebih mendesak. Engkau dimakamkan di tanah tuhan kok bisa, karena kesombongan itu jahat, bukan manusia, jadi kalo setan mati … Update World Corona Rabu, 15 April 2020: Translucent Covid-19 kasus nomor 200 Wan-Postingan ini memiliki 6.6 ribu komentar dan 34 juta share informasi yang tersebar di Grup Informasi Kesehatan Masyarakat Facebook. Tersangka meminta bantuan polisi di Luhak Polsek Payakumbuh untuk mengelabui polisi. Demi memperkuat alibinya, Tersangka memperoleh gelar doktor. oto ngasih ke polsek luhak dan nge-post fotonya di polsek luhak dengan keterangan sbb: * saya, karena bukan istri saya yang mengomentari ini, tapi itu pihak yang tidak bertanggung jawab, terima kasih . *

Setelah diselidiki, ditemukan bahwa tersangka telah mengirimkan pesan ini. Setelah ditangkap, tersangka mengaku menggunakan akun Facebook istrinya untuk melakukan ujaran kebencian.

“Tersangka melakukan ini karena mendapat pelayanan medis yang buruk di sebuah rumah sakit di 50 daerah perkotaan,” katanya. -Donny menambahkan, dalam pemeriksaan, tersangka meminta ditemui dan meminta maaf kepada perwakilan IDI Payakumbuh dan PPNI.

“Perwakilan IDI dan PPNI menjawab permintaan mereka. Mereka bisa secara pribadi tapi profesional memaafkan perkumpulan dokter dan perawat yang tidak bisa saya maafkan,” tambah Downey.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live