MUI mengulas wabah korona, ibadah harus mematuhi protokol kesehatan

Asrorun Ni’am Sholeh, sekretaris Komite Fatwa TRIBUNNEWS.COM-MUI di Jakarta, meminta semua Muslim Indonesia untuk berkontribusi dalam pencegahan dan penyebaran virus korona (Covid-19) di Indonesia. Asrorun dapat berkontribusi dengan << upaya fisik dan mental. "Atas nama Komite Ulima Indonesia, kami meminta masyarakat Indonesia, terutama Muslim Indonesia, untuk berkontribusi melalui upaya fisik dan mental. Kami akan melakukan upaya internal dengan meningkatkan iman dan kesalehan kami, dan meningkatkan ibadah kami," kata Asloren kepada kantor. BNPB, Jakarta, Sabtu (28 Maret 2020).

Selain itu, ia mengingatkan orang untuk terus memperhatikan etiket kesehatan ketika melakukan kegiatan ibadah.

“Bahkan jika Anda menjauh dari kerumunan, menjauhlah dari kerumunan. Katanya.-Baca: Pembaruan Corona 28 Maret 2020, Bank Dunia 11:00 pagi WIB: 436.534 kasus aktif, tertinggi di Amerika Serikat. 14/2020 Mengenai pedoman pelaksanaan ibadah dalam epidemi Covid-19.

Dia mengatakan kepada saya bahwa menyerukan ibadah di kerumunan bukanlah larangan ibadah, Dia juga mendesak umat Islam Indonesia untuk meningkatkan dan meningkatkan jumlah layanan ibadah. Berdoa di rumah. Ada kebijaksanaan di balik pandemi ini, salah satunya adalah untuk meningkatkan ketahanan keluarga. “Pada saat bencana ini, ibadat telah diperkuat sebagai upaya internal untuk berkontribusi pada kontribusi kita. Untuk berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa, salah satu prosedur kesehatan yang harus dijaga adalah meminimalkan populasi “, jelasnya ed.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live