Asosiasi Perawat mendesak pemerintah dan rumah sakit untuk lebih transparan tentang data pasien Covid-19

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Mendesak rumah sakit dan administrasi pemerintah untuk lebih terbuka dan transparan tentang data pasien yang telah terinfeksi oleh coronavirus atau Covid-19.

Baca: Ada 81.368 Warga Jakarta Sudah Jalani Tes Cepat, dan Respon Covid-19 Lebih Lambat, 3.103

Menurut H Maryanto, Ketua PPNI Jakarta Utara, Perawat Masih Kekurangan Covid -19 data pasien positif-terutama perawat yang bekerja di rumah sakit swasta.

“Dari sudut pandang manajer, apakah itu pasien (pasien) Covid-19 atau penyakit yang kurang umum,” kata Maryanto ketika menghubungi Kompas. com, Februari 2020).

Faktanya, jika sulit mengakses data, berbahaya tidak hanya bagi perawat tetapi juga bagi semua staf medis di rumah sakit.

Jika ada data akurat tentang pasien positif Covid-19, perawat akan lebih berhati-hati selama pemeriksaan.

Sebaliknya, jika data pasien positif dan tidak ditindaklanjuti, hal ini akan menimbulkan kebingungan dalam penerapan prosedur operasi standar (SOP) untuk merawat pasien.

Maryanto menyambut baik keterbukaan data sudah dimulai di rumah sakit umum.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live