Badan Lingkungan Hidup DKI menegaskan bahwa kantong plastik sekali pakai yang tidak ditargetkan kepada konsumen dilarang

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengkonfirmasi hukuman administratif bagi pengguna yang melanggar larangan menggunakan kantong plastik sekali pakai yang tidak ditargetkan untuk konsumen atau pembeli.

Andono Warih, Direktur Badan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, menjelaskan bahwa hanya sanksi administratif yang ditetapkan pada tiga subjek hukum di bawah Pergub nomor 142 pada tahun 2019.

Termasuk manajer pusat perbelanjaan, manajer supermarket dan manajer pasar.

Baca: Pemprov DKI Larang Penggunaan Kantong Plastik, APPBI: Peserta Komersial Upayakan Cari Alternatif- “Anderno mengumumkan dalam siaran persnya, Kamis:” Tidak ada sanksi bagi konsumen atau pembeli. Sanksi terhadap pelatih lebih kuat dalam hal pembinaan dan diterapkan secara bertahap. “9 September 2020) .

Sanksi terhadap pelanggar larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai bukan karena Pemprov DKI ingin memberlakukan denda kepada masyarakat .

Tapi diharapkan kantong plastik adalah kantong plastik. Hal itu akan mengubah perilaku dan kesadaran masyarakat. Kantong plastik sekali pakai sangat berbahaya bagi lingkungan karena meninggalkan residu dan membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alami. Ia mengatakan: “Oleh karena itu semua kegiatan menjadi kegiatan perlindungan lingkungan. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live