Patroli kembali ke massa dan sejauh ini belum ada perlawanan

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM – Departemen Investigasi Kriminal Umum Kepolisian Kota Jakarta sedang melakukan patroli intensif untuk membubarkan massa.

Target patroli adalah banyak lokasi di ibukota, yang masih akan digunakan sebagai tempat berkumpul atau tempat pertemuan. -Diikuti dengan nomor pernyataan kepala polisi: Mak / 2 / III / 2020, yang melibatkan kepatuhan dengan kebijakan pemerintah tentang pengelolaan penyebaran virus korona. Unjuk rasa massal.

Baca: Kekuatan paspor dunia sekarang dianggap sebagai hasil Covid-19

Jika ada perilaku yang bertentangan dengan pendapat ditemukan, informasi akan disebutkan.

Setiap anggota polisi harus mengambil tindakan polisi yang diperlukan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. — Untuk membubarkan kerumunan, Wakil Direktur Hukum Pidana Umum Kepolisian Metropolitan menjelaskan dari AKBP Jakarta Dedy Murti bahwa polisi nasional selalu memprioritaskan aspek manusia ketika mengajukan banding. Jika tidak diperhatikan, Polri tegas akan bubar.

Membaca: Mengenali perbedaan antara gejala dan karakteristik orang yang terinfeksi virus korona dan flu biasa – “Tujuan utama patroli kami adalah keamanan. Sejauh ini, komunitas Alhamdulillah belum menolak, jika kami memanggil dan menuntut Mereka langsung pulang dan menyatakan penentangannya. ”“ Kata Dedy di Tribunnews.com, Rabu 25/3/2020 – mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Bekasi itu menjelaskan dari patroli darat, Orang-orang biasa menanggapi positif panggilan polisi nasional melalui pengeras suara dan dalam kontak dengan anggota.

Sejauh ini, di beberapa tempat berkumpul, goblin dan banyak taman, orang sering menemukan tempat-tempat yang paling ramai, terutama Di malam hari. Tidak ada lagi kegiatan lain, seperti festival, resepsi, dan bahkan pasar malam. “” Penemuan kami hanya kafe dan penemuan pinggir jalan.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live