Ancaman pidana terhadap orang-orang yang dipaksa untuk berkumpul selama wabah korona

TRIBUNNEWS.COM – Orang-orang yang dipaksa untuk berkumpul dalam virus Corona (Covid-19) sekarang menghadapi risiko hukuman. Orang yang dipaksa berkumpul selama wabah Covid-19 dapat menghadapi sanksi pidana. Nana mengatakan bahwa setelah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Añez Basvidan dan Mayor Jenderal Eko Margiyono, Komandan Angkatan Darat Jaya, di Balai Kota Jakarta, Senin (23 Maret 2020).

Baca: Metode Jerman untuk mencegah wabah korona, menjaga kontak dekat dan melarang pertemuan dengan lebih dari 2 orang

Baca: Belajar dari Taiwan cara mengatasi wabah korona, berikut adalah 4 poin utama- “Ya, Ini bisa mengambil bentuk kecaman berikutnya. Jika benar bahwa para manajer adalah penjahat, ya. Kami akan mengambil langkah-langkah ini. “Anis mengimbau semua penduduk untuk menghindari tidak adanya pertemuan massa selama Covid 19.

Kegiatan-kegiatan ini harus dihentikan sementara. Pasalnya, acara kumpul-kumpul bisa saja menyebarkan virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19.

“Penyelenggara akan dikutuk, dan kami akan mengambil tindakan tegas.” “Oleh karena itu, mereka yang tegas bubar akan dimintai keterangan dan akan dikenai sanksi nanti karena risikonya terlalu besar,” kata Ani di saat yang sama.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live