Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Reisa Appeals Association tidak menahan bayi-bayi muda di luar rumah

Report oleh Tribunnews.com reporter Vincentius Jyestha-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Covid-19 Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Dr. Reisa Broto Asmoro mendesak orang Indonesia untuk tidak menahan anak muda dan bayi di bawah umur semaunya.

Reisa mengatakan pada konferensi pers di gedung BNPB di Jakarta Timur: “Mari kita terbiasa mengurus diri sendiri dan tidak menggendong anak-anak. Jika kita bukan orang tua, jangan punya bayi.” (Jumat, 6 Desember, 2020). Pernyataan Reisa mengacu pada insiden di mana seorang bayi tertular virus korona dari pengunjung.

Bayi yang berkunjung ternyata orang yang asimtomatik (OTG).

Bacaan: Untuk Cegah Penyebaran Corona, Ketua DPRD Bekasi Minta Pusat Pijat Yang Belum Dibuka Untuk Karaoke

Bacaan: Korban Covid-19 Mengalami Sindrom Nyeri Yang Sama Seperti Stroke Usai Perawatan: Corona Mengganggu

Baca: Dampak Covid -19, Lufthansa Bakal PHK 22.000 Karyawan- “Kami telah membaca pesan di mana seorang bayi HIV-positif COVID-19 diduga menandatangani kontrak dengan seorang pengunjung. Orang yang tergolong asimtomatik, ”ujarnya.

Jadi Reisa mengimbau masyarakat untuk sering-sering mencuci tangan dan tidak melakukan kontak fisik seperti yang mereka lakukan sebelum pandemi- (Meski hanya bisikan, Reisa tidak merekomendasikan hal ini karena banyak OTG terlihat sehat. Tapi yang jelas ada virus corona.

“Jaga jarak dan jangan sentuh tubuhmu, seperti bersalaman, berpelukan, menyapa pipi, berciuman, atau bahkan berbisik,” jelasnya.

“Untuk saat ini sudah dihindari. Dan Buat semua jenis kontak fisik dengan orang-orang. Ingat, banyak orang yang tidak memiliki gejala terlihat sehat tetapi membawa virus. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live