Fraksi PPP: DPR menyumbangkan 38.000 COVID-19 tes cepat ke rumah sakit

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Achmad Baidowi (Awiek), sekretaris fraksi PPP di DPR, mengungkapkan bahwa dana untuk tes cepat anggota DPR tidak berasal dari anggaran negara.

Namun, sumber dana untuk tes cepat adalah, katanya, kontribusi dari para pemimpin dan anggota Republik Demokratik Rakyat.

“Sumber dana untuk kegiatan pengadaan bukan dari anggaran negara, tetapi dari sumbangan dari usaha patungan / pemimpin DPP dan anggota DPP. Mekanisme donasi diberikan kepada setiap fraksi.” Biro Anggaran RI DPR (2020) 24 Maret), seorang anggota mengatakan kepada Tribunnews.com pada hari Selasa.

Baca: Pesan Dr. Handoko Gunawan: Staf medis tidak takut untuk merawat pasien dengan korona

terima kasih kepadanya bahwa sumbangan dari para pemimpin dan anggota parlemen Indonesia akan membeli sebanyak 40.000 tes cepat. — Tetapi Majelis Nasional Indonesia hanya akan menggunakan 2.000 tes cepat – dan Dewan Perwakilan Rakyat Dewan Nasional akan melakukan 38.000 tes cepat pada rumah sakit (RS) dan layanan medis lainnya. Lebih banyak donasi.

Baca: Pasien positif Corona di Sulawesi Utara Sa Tu, status PDP lainnya 12- “Berencana untuk membeli 40.000 alat tes cepat, yang akan disumbangkan ke rumah sakit / layanan medis lainnya, hingga 38.000 alat uji cepat wakil sekretaris PPP Dijelaskan: “Meskipun 2.000 alat uji cepat telah disiapkan untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan keluarga mereka,” katanya. Dia menekankan.

Adapun staf medis yang akan memberikan bantuan, Parlemen berencana untuk menggunakannya dalam layanan medis DPR (Yankee) Staf medis. Jangan mengundang orang asing. “Karena kami tahu tidak mungkin membawa staf medis dari luar.

Sejauh ini, tiga partai politik telah menolak ujian cepat anggota Republik Demokratik Rakyat, yaitu PKS, Partai Demokrat dan PAN.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live