Untuk mencegah korona, para pemimpin agama meminta orang-orang untuk menghindari keramaian

TRIBUNNEWS.COM – Untuk mencegah penyebaran covid-19 atau virus korona di Indonesia, para pemimpin berbagai agama di Indonesia mendesak pengikut mereka untuk menghindari keramaian.

Termasuk semua bentuk kegiatan ibadah untuk menyebarkan virus tersebut. Asrorun Niam Sholeh, sekretaris Komite Fatwa MUI, melaporkan bahwa posting bnpb.go.id melaporkan bahwa Corona mungkin terganggu. Kerumunan harus dihindari. , Sabtu (28/3/2020).

Membaca: Pembaruan Corona sebelum Sabtu, 28 Maret. Sore: 597.501 orang di dunia terinfeksi, dan 100.000 orang di Amerika Serikat masuk

Aslulun mengungkapkan MUI Fatwa No. 14/2020, yang mengeluarkan pedoman yang relevan, adalah untuk penyembahan. Konten ibadah mencakup penyembahan melalui kerumunan, sehingga dilarang dan dihindari sesedikit mungkin.

Pada saat yang sama, Sekretaris Jenderal Jacklevyn F. Manuputty, Sekretaris Jenderal Asosiasi Anggota Gereja Indonesia (PGI), menyatakan bahwa ia telah mengajukan banding pada 13 Maret 2020. Dan hindari pemujaan orang banyak. Umat ​​Buddha telah didesak untuk berhenti mengumpulkan kegiatan.

Selain itu, ada telepon untuk menjaga setidaknya dua meter jauhnya. : Untuk mengklarifikasi masalah Ganjar Pranowo Kota Tegal: Tidak ada kuncian hanya akan mengurangi kegiatan warga

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live