Wakil Presiden Marouf tidak ingin kelaparan dalam pandemi: itu adalah tanggung jawab bersama

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta semua orang untuk membangun solidaritas dalam pandemi korona ini. Itu adalah tanggung jawab bersama.

Baca: BREAKON NEWS Berita terbaru pada 28 April 2020: Sebanyak 9.511 kasus positif, 1.254 disembuhkan, dan 773 kematian. Maruf mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa Tribunnews diterima dari Setwapres pada Selasa (28/4/2020) Tribunnews, dan Maruf menjelaskan. Para peneliti percaya bahwa hukum untuk membantu orang lapar selama masa-masa sulit seperti itu adalah fardhu kifayah.

“Ini berarti bahwa jika satu orang melakukan ini, maka orang lain tidak akan melakukannya. Tidak ada kejahatan. Tetapi jika tidak ada yang melakukannya sampai seseorang lapar, maka semua orang adalah orang berdosa,” Dia berkata. Wakil Presiden mengatakan,

Selain itu, salah satu hukum Fado Kifaya adalah untuk menghilangkan bahaya seperti kelaparan. Namun, hukum untuk membantu yang lapar bisa menjadi “faden” (kewajiban pribadi).

Baca: Mendes Jaminan PDTT BLT untuk pendanaan desa yang tidak tumpang tindih dengan larangan lain

“Jika seseorang tidak makan cukup, maka tolong bantu dia, tetapi jika dia tidak makan, maka menurut para ulama, hukum (Membantu orang lain) bukan fardhu kifayah, tetapi fardhu’ain. Dengan kata lain, setiap orang yang kelebihan berat badan memiliki kewajiban untuk membantu, “tegas Wapres.

Karena alasan ini, Maluf memperingatkan bahwa tidak ada yang akan mati kelaparan dalam pandemi ini, apalagi melewatkan waktu makan.

Dia juga menunjukkan bahwa orang-orang yang berisiko bukan hanya Muslim, tetapi juga non-Muslim. Wakil ketua menyimpulkan dalam buku: “Termasuk orang-orang yang berisiko adalah Muslim atau Muslim, Dimiyin atau non-Muslim, Mustakmanin atau orang yang dilindungi.”

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live