Media asing menekankan bahwa dokter Indonesia mengenakan jas hujan plastik karena kurangnya alat pelindung diri

TRIBUNNEWS.COM-Media asing menyoroti tindakan para dokter Indonesia yang mengenakan jas hujan plastik karena kurangnya peralatan perlindungan pribadi.

Salah satunya adalah media Perancis France24, situs web mengungkapkan jumlah dokter yang meninggal karena virus korona.

Sejak epidemi di Indonesia, 24 dokter telah tewas dalam pertempuran.

Selain itu, media juga menekankan kurangnya alat pelindung diri (APD) ketika tim medis Indonesia melakukan tugasnya.

Selain kurangnya peralatan perlindungan pribadi, rumah sakit tidak memiliki banyak ventilator canggih.

Situasi ini memaksa dokter untuk memakai jas hujan plastik untuk melawan virus korona.

Baca: Koperasi dan perusahaan kecil dan menengah dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan, Covid-19 aktor perusahaan yang terkena dampak, digunakan untuk memproduksi masker dan peralatan perlindungan pribadi

Baca: Asosiasi Sosial Magma Indonesia untuk Covid- 19 Manajemen memberikan 2000 bantuan ODA – Pidato dokter-Muhammad Farras Hadyan, seorang dokter di Jakarta, berbicara tentang masalah ini.

Hadion mengatakan bahwa peralatan pelindung pribadi yang disediakan untuk rumah sakit sangat lemah, dan rekan-rekannya mengandalkan sumbangan untuk membeli jas hujan plastik. Sisanya tergantung pada persediaan rumah sakit dan mereka harus menunggu. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live