Moeldoko: Standar baru yang belum kembali normal

Reporter Tribunnews melaporkan di Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. Kantor Berita Jakarta-Direktur Kantor Presiden (KSP) Moeldoko menjelaskan bagaimana beradaptasi dengan kebiasaan normal baru atau baru dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya, normal baru bukan berarti kembali normal seperti sebelum pandemi.

“Saya ingin menekankan” normal baru belum kembali normal. Jika Anda kembali normal, orang akan berpikir itu normal lagi. Jangan memakai topeng, jaga jarak, cuci tangan, dan takut berjalan ke kerumunan dan orang lain. “Kata Moeldoko dalam diskusi dengan Dream, Senin (15/6/2020) .

Baca: KPK melatih 74 auditor pegawai negeri sipil BKN untuk mencegah mereka membeli pekerjaan di lingkungan ASN

menurut Menurut Moeldoko, normal baru adalah kebiasaan aktivitas baru.

Kebiasaan baru akan menerapkan protokol kesehatan. Pada dasarnya, menurut Moeldoko, saat ini, kita tidak hanya harus mempertimbangkan masalah kesehatan, tetapi masyarakat juga harus aktif dan produktif. Buat ekonomi selamat .

Baca: Pengemudi dan penunggang kuda di Simalungun terkena, korban- “Jika kita melupakan ekonomi, maka orang pada saat ini akan menghadapi kehidupan yang tidak normal karena mereka tidak dapat menemukan nutrisi. Jadi bagaimana bertahan hidup tanpa meninggalkan kebiasaan baru yang disebut normal baru, “katanya.

Jadi, menurut Moeldoko, Presiden Jokovy menggunakan istilah rekonsiliasi dengan Covid-19 .

Damai bukan berarti melepaskan pandemi.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live