Sejarah markas besar polisi daerah kereta bawah tanah Jaya Wadi membubarkan warga untuk mencegah korona

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Virus corona masih beredar di Indonesia. Presiden Joko Widodo meminta warga untuk menghindari kerumunan dan tinggal di rumah mereka.

Selain itu, Komisaris Polisi Nasional juga mengeluarkan pemberitahuan tentang kepatuhan dengan kebijakan pemerintah untuk memerangi penyebaran penyakit ini. Virus Corona .

Pengumuman ini melarang pertemuan massal dan pertemuan.

Sekarang, dengan bantuan semua pemangku kepentingan lainnya, semua karyawan Polri terus-menerus memanggil dan membubarkan kerumunan.

Baca: Apa yang harus saya lakukan jika pasien asma yang terkena virus korona memburuk? — Bahkan jika perlu, Polisi Nasional dapat mengambil langkah-langkah tegas, prinsip keselamatan publik berdasarkan hukum tertinggi.

Beberapa hari yang lalu, Biro Investigasi Kriminal Kepolisian Jakarta melakukan patroli hak cipta skala besar untuk memprediksi penyebaran coronavirus. AKBP Dedy Murti, Direktur Investigasi Kriminal, Markas Besar Kepolisian Jakarta, berbagi kisah patroli massa di Tribunnews.com.

Baca: Penjelasan P. Ivan Bula tentang uji korona pada pengusaha Jerry Rowe. Saat berpatroli, semua anggota harus menghadiri rapat umum, dan dari Komisaris Polisi Metropolitan Jakarta Suyudi (Suyudi) Direktur Investigasi Kriminal Umum dan Komisaris Masu Diato, Polisi Regional Karo Ops Metro Jaya, diberi instruksi. – Selain itu, tim pergi ke seluruh penjuru ibukota dan meminta masyarakat untuk kembali ke rumah mereka tanpa mengerumuni untuk mencegah penyebaran virus corona.

Beberapa pejabat mobil patroli mengirimkan pesan panggilan yang tidak perlu, misalnya: Dia berkata: “Jika itu benar-benar tidak masalah, jangan di jalan. Silakan kembali ke rumah Anda. Patuhi perintah pemerintah. Tolong jangan perintah pemerintah. Berkumpul di jalan. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live