Kasus bayi Covid-19 di daerah pemilihan PKS: pemerintah seharusnya tidak lagi berbicara sembarangan

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Netty Prasetiyani, anggota ke-9 Komite DPR, meminta pemerintah menggunakan metode berbasis sains untuk merumuskan kebijakan normal baru.

Menurut Netty, standar baru tidak dapat diartikan sebagai kebebasan untuk melanjutkan operasi seperti sebelum pandemi. – “Pemerintah seharusnya tidak berbicara tentang normal baru secara kasar dan kasar sebelum merencanakan dan melakukan penilaian secara bertahap. Netty mengatakan:” Dia mengatakan secara kuantitatif dan kualitatif, “tutupnya pada Senin (8 Juni 2020). Pernyataan yang datang mengatakan – perencanaan dan pelaksanaan injeksi harus jelas dari pusat ke masing-masing daerah, terutama masing-masing daerah. Masih menghadapi Covid-19.

Baca: Permabudhi: Tanggapan pemerintah terhadap Covid-19 Regulasi akan dirusak tanpa dukungan agama- “Badai besar terus membuat kita bersih-bersih” Jawa Timur dan Surabaya menghadapi keadaan darurat Covid-19. Apakah ada indikator yang lebih jelas yang tampaknya telah menetapkan penyelamat nyata Kebijakannya? “Kata politisi PKS.

Kemarin, ketika Netty meninjau kondisi Cirebon dan Indramayo saat ini untuk pengobatan Covid-19, dia menemukan bayi berusia 50 hari yang dibawa olehnya dan dikonfirmasi positif untuk Covid-19. Orang tua menghadiri pernikahan dan berinteraksi dengan saudara-saudaranya di pusat gempa Covid-19 di daerah tersebut.

Di daerah pemilihan, ada banyak pondok pesantren dan pesantren yang siswanya berasal dari seluruh Indonesia, dia mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan kebijakan terkait kasus ini.

“Jangan biarkan pemerintah mengizinkan siswa untuk kembali ke pondok mereka selama periode yang masih rapuh ini,” kata Netty.

“Demi kebaikan bersama, saya berharap pemerintah dapat bekerja sama dengan,” ia menyimpulkan: “Kami bertekad untuk memberikan instruksi yang jelas kepada pejabat lembaga pendidikan dan departemen layanan kesehatan regional untuk memastikan perlindungan anak-anak kami. Jangan karena kelalaian pemerintah. Biarkan mereka menjadi korban. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live