Di Gilimanuk, Bali, sertifikat kesehatan Corona gratis dari Corona dijual seharga 100 hingga Rp 300.000.

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Tujuh penulis yang telah menghasilkan dan menjual sertifikat kesehatan bebas korona di jejaring sosial atau telah melakukan transaksi manual di wilayah Gilimanuk Bali kini dilindungi oleh undang-undang. Selama pemeriksaan ini, tujuh penulis mengaku terpaksa melakukannya karena alasan ekonomi untuk mendapatkan kasus rupee dalam situasi korona paru-paru yang sulit.

Baca: Pembaruan pada 15 Mei: Wisma memiliki 1.219 pasien, Jumat (15/5/2020) Kepala Penum berkata: “Izinkan Rumah Sakit Atlet kembali ke kampung halamannya -” Alasannya sepenuhnya karena alasan ekonomi. Tujuan mereka adalah penumpang dan pengemudi perjalanan yang membutuhkan surat-surat. “Kombes Ahmad Ramadhan dari Mabes Polri diserahkan kepada Polisi Yudisial.-Ahmad Ramadhan menambahkan bahwa pasar yang diidentifikasi oleh penulis dari masing-masing pernyataan kesehatan tidak tenggelam adalah 300.000 Rp.

“Mereka menjual sertifikat kesehatan yang tidak bersertifikat dari Rp 100 hingga 300.000,” tambah Ahmad Ramadhan. Video viral di jejaring sosial

Untuk referensi, tujuh tersangka tidak memiliki listrik karena produksi dan penjualan Dia ditangkap karena sertifikat kesehatan efek halo. Yang pertama menjual sertifikat kesehatan bebas coronavirus, ada 3 tersangka, yaitu FNM (35) pengemudi perjalanan, PB (28) direktur perjalanan dan printer SW (30), mereka berada di Bali Melimanuk dan Gilimanuk Jembrana ditangkap. -Baca: Biaya BPJS meningkat, nilai Harun Refly memiliki dua kesalahan: Kerugian tidak penting, jangan marah-marah dari mereka, polisi menyita sejumlah bukti, yaitu, lima sertifikat medis telah selesai, Lengkap dan lengkap. Tanda tangan palsu, uang tunai Rp200.000, 6 sertifikat medis kosong, pena, dua ponsel, dan komputer.

Lalu, ada empat orang dalam penjualan e-commerce batch kedua Para tersangka, WB (38), IA (35), RW (25) dan PWA (31), semuanya adalah supir taksi Tuk Tuk yang ditangkap dengan sepeda motor masing-masing. -Model penulis menggunakan Circular (SE) 4 Kelompok Kerja untuk mempercepat pemrosesan Covid-19 bagi warga negara tertentu yang dapat melakukan perjalanan ke daerah tersebut sesuai dengan persyaratan khusus dan standar khusus.

– Menurut Pasal 263 Hukum Pidana Pasal 268 dari Hukum Pidana menetapkan bahwa ketujuh penulis didakwa dengan hukuman penjara selama enam tahun.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live