Fatwa MUI terkait dengan virus Corona, yang merupakan kondisi bagi staf medis untuk merawat orang mati di laut

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Dewan Ulima Indonesia (MUI) dan organisasi masyarakat Islam untuk merilis dua fatwa baru (Covid-19) terkait pandemi virus korona. — Pertama-tama, karena alat pelindung diri (APD) yang dikenakan oleh tenaga medis, itu tidak dapat dihapuskan. -Kompas.com (Fatwa) yang dikeluarkan oleh MUI dirilis pada Kamis (26/3/2020) pada 2020 (3 April 2020). Komite Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh.

Fatwa menjelaskan bahwa staf medis yang menggunakan APD untuk merawat pasien dengan korona masih perlu berdoa.

Baca: Fatwa MUI: Pekerja yang mengelola korona dapat berdoa tanpa Wudu- — Baca: MUI di Sumatera Utara memiliki potensi penularan yang tinggi dan melarang korban korona di tempat-tempat umum

tetapi, Dalam kondisi tertentu, mereka dapat berdoa dengan ja”ta’khir dan taqdim.

Energi Kesehatan Tan mengenakan APD juga telah resmi.

Yang paling penting adalah bahwa jika ini memang mustahil, pemurnian tidak diperbolehkan.

Kedua, Fatwa merawat tubuh pasien Covid-19.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin (M’ruf Amin) meminta MUI dan organisasi Islam untuk mengeluarkan fatwa untuk merawat tubuh yang terinfeksi melalui korona.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live