Survei LSI: Pemilih kompak Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga menyerukan kemerosotan ekonomi

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Survei Denny JA Indonesian Survey Circle (LSI) tentang kecemasan publik di Zona Merah juga menargetkan basis pemilihan wakil presiden dalam pemilihan umum 2019.

Menurut hasil publikasi, diketahui bahwa pemilih Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga percaya bahwa ekonomi memburuk selama pandemi 19 Covid.

“Kami melihat bahwa orang yang memilih Jokowi-Ma’ruf memperkirakan bahwa situasi ekonomi telah memburuk menjadi 76,3%,” kata peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa di kantornya pada hari Selasa. LSI di Jakarta Timur.

Pada saat yang sama, Ardian terus mengatakan bahwa pemilih di Prabowo-Sandiaga percaya bahwa situasi ekonomi telah memburuk sebesar 74,2%. — Baca: Survei LSI: Orang berpendapatan rendah ekonomi memburuk selama pandemi Covid-19- “Jadi, sekarang kita mengatakan bahwa kita berada di zona merah, terhitung hampir 3/4 atau 74,8% dari ekonomi, Ardian berkata:” Situasi sebelum Covid-19 buruk atau jauh. “Para pemilih Jokowi-Ma’r uf dan Prabowo-Sandiaga dari Arko juga khawatir tentang pemenuhan kebutuhan ekonomi selama epidemi Covid-19.

Persentase ini mengkhawatirkan bertemu dengan para pemilih Jokowi-Ma’ruf dan 83,9% dari Prabowo- 86,2% dari kebutuhan ekonomi pemilih Sandiaga.

“Kekhawatiran tidak hanya terpenuhi, tetapi juga pendukung NATO Covey dan Prabowo Utara. “Kepuasan kebutuhan dasar selama pandemi adalah 84,2%.

Jumlah total responden untuk survei LSI ini dilakukan dari 8 hingga 15 Juni 2020 adalah 8.000 responden di 8 provinsi di Indonesia. Delapan Provinsi tersebut adalah Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling dalam beberapa tahap, kesalahan Kisarannya sekitar 2,5%.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live