Selama pandemi korona, siswa sekolah menengah merayakan kelulusan dengan tim sekolah dan grafiti

TRIBUNNEWS.COM, BIMA-Sekalipun coronavirus adalah endemik, para siswa sekolah menengah ini masih berkumpul. -Lusin siswa sekolah menengah di kota Bima, Nusa Tenggara Barat, dilindungi oleh polisi karena mereka bertekad untuk menyelesaikan studi mereka dengan seorang penjaga keamanan selama pandemi korona. -Setelah kelulusan diumumkan pada Rabu (4 April 2020), mereka adalah seragam sekolah tim, ditutupi dengan grafiti. Menurut kepala Mabes Polri KPMG, AKP A Yamin mengatakan bahwa puluhan siswa berada di armada sepeda motor sekitar jam 8:30 pagi di Wita.

Baca: Berita BERITA-Pasien Corona di Indonesia menjadi 2.956 lagi, dan 222 orang pulih

bahkan jika sekolah menutup kegiatan sekolah dan melarang mereka merayakan kelulusan.

“Mereka dilarang dan sekolah ditutup, sehingga para siswa tidak meninggalkan ruangan, tetapi bertekad untuk memimpin.” Kegiatan semacam ini tidak sesuai dalam pandemi Covid-19, jadi kami mengambil tindakan segera, “kata Yamin Salah satu eda ada di trotoar di desa Jatiwangi di kota Bima. “Kami memiliki lusinan siswa dalam keamanan,” kata Ayamin ketika dihubungi pada hari Rabu.

Setelah dilindungi, para siswa ini segera Dibawa ke kota Bima Mapolos.

Di kantor polisi, para siswa mengaku berdiri di konvoi dan mengunci pakaian mereka karena mereka dibebaskan setelah mendapatkan saran dan memahami bahaya virus korona .– – “Mereka memberi kami saran dan menyatakan bahwa mereka tidak akan mengulangi tindakan itu. Setelah itu, kami mengundang semua orang untuk pulang, “Dia merangkumnya.”

Artikel ini diterbitkan di Kompas.com, berjudul “Corona Pendemi (Corona Pendemi) di tengah-tengah sekolah menengah yang lulus, tim putih susu Dari puluhan siswa dan “seragam” sekolah grafiti

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live