24 dokter dikurangi menjadi saingan Corona IDI: peringatan dari organisasi profesional dan pemerintah

TRIBUNNEWS.COM – Perhimpunan Dokter Medis Indonesia (IDI) akan menilai kematian staf medis ketika berurusan dengan Covid-19 atau Corona Virus sebagai peringatan peringatan yang harus segera ditanggapi. “Ini peringatan bagi organisasi profesional dan pemerintah,” kata Halik Hakim kepada Public Relations IDI, Minggu (4/4/2020) (4/4/2020).

Sejauh ini, Halik mengatakan bahwa PB IDI telah menerima 18 dokter yang meninggal di Covid -19.

Pada saat yang sama, ada juga laporan enam dokter gigi yang meninggal pada tahun ke-19.

“Jika ada 24 dokter gigi,” katanya. Halik mengatakan bahwa organisasi profesional dan pemerintah perlu melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor risiko dan penyebabnya.

“Sehingga tindakan dapat diambil dan langkah spesifik diambil untuk memperkuat sistem medis Indonesia yang ada.” -IDI menyatakan keprihatinan besar tentang kematian tim medis. vid-19 .

“Jika staf medis yang menjadi benteng pelayanan gagal berulang kali tanpa upaya serius, kita akan merasa sangat khawatir dan menyesal. Dia berkata:” Lindungi mereka. “Baca: Dimanipulasi Budi Karya Sumadi, Dokter Ketty meninggal setelah ia memiliki korona-positif. Dalam pembaruan 5 April, total 2.273 kasus positif, 164 kasus sembuh, dan 198 kasus meninggal-Halic juga banyak membantu dalam perawatan medis Kelompok orang yang membeli alat pelindung diri (APD) berterima kasih.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live