Pada 5 Juli, kelompok kerja memperbarui partisi Covid-19, yang terletak di 104 area area hijau

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Pemrosesan Akselerasi Covid-19 Working Group di Jakarta telah memperbarui data wilayah Indonesia yang terinfeksi oleh coronavirus. Seperti kita ketahui, data ini adalah data kumulatif yang diperbarui setiap minggu.

Pada 5 Juli, Gugas menunjukkan bahwa hingga 20,2% atau 104 wilayah / kota tidak terpengaruh oleh Covid-19 atau tidak berada di area hijau. “Tidak ada area hijau untuk kasus baru,” kata pakar pakar Dr. Gugasnas Covid-19. Dewi Nur Aisyah berbicara di BNPB, Selasa (7/7/2020).

Baca: Ketua Satuan Tugas Doni Monardo meminta para pemimpin daerah untuk menggunakan kearifan lokal untuk mencegah Covid-19. Sepuluh wilayah dan kota di wilayah berisiko rendah atau kuning memasuki kawasan hijau. Lalu ada kabupaten dan kota berisiko menengah atau daerah oranye, yang berubah menjadi daerah hijau atau tidak terpengaruh.

Kemudian, untuk area kuning atau berisiko rendah, persentasenya 34,1%, untuk area berisiko menengah atau oranye adalah 35%, dan “area berisiko tinggi atau merah 10,7%.” “Area berisiko rendah 175, 180 Kota berisiko rendah dan 55 wilayah dan kota berisiko tinggi, “kata Devi, menjelaskan proporsi dari ketiga wilayah ini. .

Dewi menegaskan bahwa Covid-19 adalah penyakit yang sangat dinamis.

“Kita dapat dengan cepat melihat pergerakan sehingga kasus-kasus positif dapat disembuhkan, dan kemudian dapat dikonfirmasi bahwa orang-orang yang sebelumnya positif untuk PDP-ODP.” Dia mengatakan bahwa daerah-daerah ini berubah dengan cepat, dari daerah berisiko tinggi ke Sedang, rendah ke sedang.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live