Ketika Corona MUI pecah, bahas metode doa Jumat secara penuh selama 3 kali berturut-turut

TRIBUNNEWS.COM- Asrorun Niam Sholeh, Sekretaris Dewan Fatwa Dewan Urumah (MUI) di Indonesia, melihat gejolak masyarakat dalam doa Jumat. Mereka yang meninggalkan hari Jumat berdoa tiga kali berturut-turut. Asrorun membenarkan bahwa Hadits berisi ancaman terhadap doa yang meninggalkan Jumat selama tiga hari berturut-turut dan akan diancam.

“Tidak peduli siapa yang pergi selama tiga hari Jumat berturut-turut, dia akan menjadi tidak setia atau tertekan.”

“Dia harus menyampaikan kepada publik bahwa Hadits itu benar”, dia pada hari Jumat (3 Maret 2020) Jepang) mengatakan pada program tvOne Kabar Siang.

Asrorun melanjutkan penjelasannya, hadits di atas memiliki banyak batasan editorial.

Baca: Ini terjadi ketika manusia mengisolasi diri dari korona. Seekor tikus dengan kambing sedang bermain di kota.

“Tetapi editor memiliki batasan (batasan). Tanpa pengabdian tiga kali berturut-turut, Tuhan mengunci hatinya. Kematian.”

“Itu dikonfirmasikan dalam sebuah cerita bahwa itu diremehkan tiga kali berturut-turut, dalam Tidak ada penuaan yang dapat diterima dalam paragraf lain. Jadi Tuhan mengunci hatinya, “kata Astroun. Editorial Hadis mengatakan bahwa ada tiga kelompok atau kondisi yang mencegah orang untuk sholat pada hari Jumat.Rinciannya adalah sebagai berikut:

Kondisi pertama

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live