Perkawinan di Jawa Tengah berakhir dengan berkabung, salah satu orang tua dari 19 yang tewas

TRIBUNNEWS.COM, Semarang – Warga Kota Semarang, yang berlokasi di Jawa Tengah, diputuskan untuk mengadakan pernikahan yang melanggar pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). -Menurut informasi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Semarang, setelah pemutaran, Covid-19 dengan jelas mengonfirmasi banyak dari mereka yang positif. : Keinginan untuk menyelenggarakan pernikahan, dihadiri oleh keluarga aktif Corona, seorang ibu yang meninggal dan seorang ayah kunci.

Warga Semarang mengatur pernikahan.

— “Pernikahan empat hari lalu tidak memenuhi perjanjian kesehatan karena ada lebih dari 30 orang,” katanya, Sabtu (20/6/2020).

Satu kematian demi satu, dan menemukan banyak kegiatan pernikahan positif, pernikahan ini akan berhasil disimpulkan, berubah menjadi kesedihan. Kemudian setelah ayahnya sakit parah Covid-19, “katanya.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live