Sekarang adalah waktunya bagi universitas, lembaga penelitian dan penelitian industri untuk memproduksi perangkat medis untuk Covid-19

Reporter Gita Irawan dari Tribunnews.com, Jakarta-Panglima TNI Hadi Tjahjanto Field Marshal membandingkan perlakuan perang pandemi co-19 yang sebenarnya. Sekarang, pandemi Co-19 melaporkan kepada kita sebagai negara Indonesia bahwa sektor industri kita tidak dapat memenuhi kebutuhan nasional. Hardy mengatakan dalam pidato ilmiah pada upacara kelulusan online: “Kita dapat memperlakukan Covid-19 coronavirus sebagai perlakuan musuh terhadap pandemi Covid-19 sebagai perang.” Universitas Sebelas Maret (UNS) Sabtu 02/05/2020) Menurut Hadi, pandemi ini juga membuat kami sadar bahwa kami tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan kami, karena bahan-bahan tertentu bergantung pada negara lain yang masih digunakan. Negara-negara perantara tidak mengekspornya ke luar negeri.

Bahkan, dia mengatakan bahwa Indonesia belum memiliki kemampuan untuk memproduksi kit cepat, PCR dan reaktan untuk melawan musuh bersama Covid-19.

Meski begitu, menurut Hardy, kondisi ini kemudian membangkitkan perhatian dunia pendidikan, penelitian dan industri nasional.

– Baca: FAKTA Kasus Corona di Pasar Padang Raya: 36 sikap positif pedagang terhadap kemungkinan koneksi dengan 1.000 orang

Baca: Anak-anak dan saudara dilecehkan dalam kopi ayam 7 Dia menjadi hamil setelah beberapa bulan, dan karenanya mengancam uang

“” Institusi pendidikan tinggi, lembaga penelitian dan industri sedang mencoba untuk memproduksi peralatan medis untuk melawan Covid-19. “Dia mengatakan – mayoritas masyarakat juga memproduksi topeng kain untuk penggunaan sehari-hari. Menurutnya, beberapa orang bahkan menyumbangkan produk mereka, semangat adaptasi kita terpengaruh, dan semangat solidaritas dan integritas masyarakat Indonesia terpengaruh, yang membuatnya mengerti Yang lebih strategis adalah bahwa komunikasi benar-benar meningkatkan kesadaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca: Ilmuwan Korea: Tidak dapat menginfeksi pasien dengan penyakit Corona lagi

Baca: Banyak penduduk masih dengan keras kepala pergi Rumah, tanpa topeng, Kelurahan Medang Lestari secara teratur mengorganisir Presiden Joko Widodo yang mengutip razia, sekarang saatnya bagi rakyat Indonesia untuk membersihkan semuanya sehingga Indonesia dapat bergerak maju dan tetap mandiri .–

— Dia percaya bahwa momentum itu dapat diperoleh dengan memobilisasi kerja sama antara pendidikan dan industri .

Baginya, dia tidak boleh kehilangan pemahamannya tentang perlunya membangun pertanian dan peternakan .

Demikian pula, Industri farmasi dalam negeri perlu memproduksi obat-obatan yang dibutuhkan ratusan juta orang. Dia berkata: “Dengan potensi penduduk dan wilayahnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju. Saya percaya inilah yang menjadikan Indonesia salah satu dari tiga negara yang akan mencapai pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 selama pandemi. “Hadi juga mengingat bahwa tanggung jawab rakyat Indonesia sangat panjang.

Orang Indonesia dapat belajar dari sejarah bahwa tidak ada negara maju yang membuat kemajuan cepat. Hardy mengatakan:” Semua ini adalah hasil kerja keras Dan kerja keras didasarkan pada sumber daya manusia yang unggul. “

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live